Share

China Lockdown Ketat, AS Pertimbangkan Tarik Diplomat dan Keluarganya

Susi Susanti, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 18 2538247 china-lockdown-ketat-as-pertimbangkan-tarik-diplomat-dan-keluarganya-B1ZRzSUpwg.jpg Kedutaan Besar AS di Beijing, China (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan keberangkatan diplomat AS dan keluarga mereka keluar dari China karena ketidakmampuan pemerintah AS untuk mencegah otoritas China memberlakukan tindakan pengendalian pandemi yang sangat ketat.

Menurut Reuters, dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan Kedutaan Besar AS pada Senin (24/1) telah mengirim permintaan ke Washington untuk penandatanganan resmi, ketika China meningkatkan protokol penahanan Covid-19 menjelang pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing dalam waktu kurang dari dua minggu.

Sumber tersebut, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah ini, menambahkan bahwa beberapa staf kedutaan kesal karena pemerintah AS tidak mau atau tidak dapat membebaskan pejabat AS dari tindakan karantina yang ketat.

Aturan itu mencakup kemungkinan masuk paksa ke klinik demam Covid-19 dan pemisahan dari anak-anak.

Seorang sumber mengatakan Kedutaan Besar AS melakukan survei internal yang menunjukkan bahwa sebanyak 25 persen staf dan anggota keluarga akan memilih untuk meninggalkan China sesegera mungkin.

Sumber itu menjelaskan karantina rumah untuk diplomat harus menjadi persyaratan dasar, dan masuk ke klinik dan rumah sakit demam China harus bersifat sukarela.

Dia mengatakan pemerintah AS seharusnya memberlakukan tindakan pembalasan untuk persyaratan tersebut tetapi gagal melakukannya.

Sumber kedua mengatakan kedutaan telah gagal mendapatkan jaminan yang sesuai dari China tentang perlakuan diplomat AS selama pandemi.

Sementara itu, Deplu AS mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pernyataan pada Selasa (25/1) bahwa status operasi di kedutaan dan konsulatnya di China tidak berubah.

"Setiap perubahan dalam status operasi seperti ini hanya akan didasarkan pada kesehatan, keselamatan, dan keamanan rekan-rekan kami dan anggota keluarga mereka," kata juru bicara departemen.

Terkait hal ini, kementerian luar negeri China tidak segera membalas permintaan konfirmasi CNA.

Tabloid nasionalis China, Global Times, menyebut pertimbangan Deplu AS atas kebijakan tersebut sebagai "trik kotor" yang dimaksudkan untuk mengganggu tuan rumah Olimpiade China.

AS telah memimpin beberapa negara sekutu dan mitra dalam boikot diplomatik Olimpiade terkait dugaan genosida berkelanjutan pemerintah China terhadap Uyghur dan kelompok Muslim lainnya di wilayah barat Xinjiang.

Pada bulan-bulan awal pandemi, pemerintah AS mengevakuasi sekitar 1.300 diplomat AS dan anggota keluarga dari China, dan kedua pemerintah tetap menemui jalan buntu selama berbulan-bulan karena prosedur pengujian dan karantina bagi para pejabat.

China mengharuskan diplomat asing untuk mematuhi aturan pengendalian pandemi seperti karantina dan pengujian pada saat kedatangan, meskipun beberapa utusan asing tidak harus memasuki hotel karantina yang ditunjuk pemerintah.

Seperti diketahui, China dengan cepat meningkatkan langkah-langkah untuk memblokir penyebaran Covid-19 lebih lanjut ketika pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 4 Februari mendatang, meskipun wabah virus telah bertahan di seluruh kota.

Satu distrik Beijing pada Selasa (25/1) akan memulai putaran baru tes di antara sekitar 2 juta penduduknya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini