JAKARTA - Tunggul Ametung sang raja Singasari begitu berhasrat membawa Ken Dedes, perempuan cantik yang ditemukannya ke Istana Tumapel. Hasrat Tunggul Ametung kian tak terbendung melihat kecantikan Ken Dedes dan berkeinginan menikahinya. Kendati demikian Ken Dedes tak ada niatan sedikit pun untuk menerima pernikahan ini.
Ken Dedes terpaksa menikahi Tunggul Ametung, ia terpaksa menikahi Tunggul Ametung karena mempunyai kekuasaan dan bertahta di Singasari. Di sisi lain Ken Dedes tak bisa menolak ajakan menikah dari Tunggul Ametung karena tak mempunyai kekuatan untuk menolaknya.
Ken Dedes dikisahkan dalam buku Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan karya Muhammad Syamsuddin, merasa muak dan jijik dengan pernikahannya dengan penguasa Tumapel kala itu.
Ia sama sekali tak mempunyai rasa cinta dan kesetiaan terhadap Tunggul Ametung. Pernikahan dilakukan Dedes secara terpaksa, di matanya sebenarnya tidak memenuhi unsur - unsur persyaratan pernikahan yang sah.
Baca juga: Kejanggalan Ken Dedes Menerima Cinta Ken Arok
Dikisahkan, pernikahan itu dilakukan tanpa adanya saksi, bahkan pernikahan itu dilakukan tanpa menyebut namanya dan nama ayahnya, Mpu Purwa. Mantra - mantra yang diucapkan dalam bahasa Sanskerta, dalam pandangan Ken Dedes banyak yang salah.
Baca juga: Arca Prajnaparamita, Menggambarkan Ken Dedes atau Gayatri Rajapatni?
Upacara pernikahan ini pun dinilai Ken Dedes, tidak sah dan penuh kecacatan. Saat pernikahan keduanya, adalah pendeta Balakangka yang memimpin prosesinya. Seluruh pendeta dari berbagai desa di seluruh Tumapel pun didatangkan. Jumlah mereka sekitar empat puluh orang.
Di setiap gerakan upacara pernikahan itu, yang dilakukan oleh Ken Dedes tidak lain adalah karena keterpaksaan. Misalkan saat prosesi membasuh kaki sang suami, Ken Dedes tidak bersedia. Di dalam pikirannya berkata bahwa bagaimana bisa dirinya yang seorang brahmani, justru yang disuruh membasuh kaki seorang sudra yang diangkat sebagai ksatria.
Karena tak mau membasuh kaki Tunggul Ametung inilah pendeta Balakangka langsung memegang tangan lembut Ken Dedes dan memaksanya untuk membasuh kaki sang suami, Tunggul Ametung.
Ken Dedes hanya bisa termenung merenung selama berada di Istana Pakuwan. Apalagi saat dirinya dipaksa menjadi istri Tunggul Ametung. Ken Dedes terpaksa harus menelan upacara pernikahan yang ia anggap menghinakan dirinya yang dilakukan oleh kaum Wisnu.
Pernikahan itu dipandang Ken Dedes sebagai suatu penghinaan yang luar biasa terhadap dirinya, sebagai seorang brahmani. Ken Dedes sungguh tak rela atas penghinaan laki - laki sudra yang nasibnya diangkat menjadi ksatria itu.
Karena itulah dalam hati Ken Dedes tak pernah ada rasa cinta dengan Tunggul Ametung. Cinta dan kasih sayang yang diharapkan Tunggul Ametung dari perempuan cantik seperti Ken Dedes hanyalah mimpi belaka, semua tidak akan terwujud.
Baca juga: Rahasia Kecantikan Ken Dedes Bikin Ken Arok Jatuh Cinta, Bermula dari Melihat Betisnya
Bahkan Ken Dedes mempunyai alasan kuat untuk tidak setia kepada sang suami Tunggul Ametung, yang menikahinya secara paksa.
Baca juga: Ketika Ken Dedes Bocorkan Pelaku Pembunuh Tunggul Ametung ke Anak Kandungnya
Kendati demikian di hati Dedes, ia berjanji suatu hari nanti ia akan keluar sebagai pemenangnya dan membalas ulah buruk Tunggul Ametung kepada kaum brahmana. Dirinya menganggap Ametung, menistakan, memaksa, merusak, merampas, dan menghancurkan dirinya. Namun ia percaya hal itu nantinya akan balik menimpa Tunggul Ametung ke dalam suatu kehinaan dan hancur lebur suatu ketika.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.