Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Persaingan Istri Raja Majapahit, Dewi Kian Kalah dari Permaisuri Dewi Dwarawati

Alvin Agung Sanjaya , Jurnalis-Selasa, 01 Februari 2022 |06:07 WIB
Persaingan Istri Raja Majapahit, Dewi Kian Kalah dari Permaisuri Dewi Dwarawati
Ilustrasi kerajaan Majapahit (Foto : Istimewa)
A
A
A

DI awal abad ke-15, Kerajaan Majapahit dan Dinasti Ming China memiliki hubungan yang baik. Maka atas keharmonisan ini sang Raja Dinasti Ming (diperkirakan Kaisar Zheng Tong) mengutus seorang putri yg sangat cantik, terpelajar, halus, dan bertatakrama ke Trowulan (Ibu Kota Majapahit) yang bernama Tan Eng Kian atau biasa populer dengan nama Dewi Kian.

Raja Majapahit yang kala itu dipimpin oleh Prabu Brawijaya V. Memang kala itu Sang Prabu terpesona akan keanggunan sang putri dari Tiongkok itu cantik, pintar, dan nyaris tanpa cacat, siapa yang sanggup menolak.

Dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, Pernikahan merekapun terlaksana namun di titik tertentu pernikahan mereka mengalami pasang surut.

Pada saat itu Prabu Brawijaya V sudah dikaruniai seorang bayi yang sudah dikandung oleh Dewi Kian yang kemungkinan berjenis kelamin laki-laki. Hal yang membahagiakan bagi Sang Prabu.

Tetapi disisi lain ada portal penghalang yang tidak membiarkan pernikahan mereka berjalan baik-baik saja. Ratu Dewi Dwarawati sang permaisuri mendesak agar Dewi Kian segera keluar dari lingkungan istana Majapahit.

Jika tidak dikabulkan oleh Prabu Brawijaya V, Ratu Dewi Dwarawati mengancam akan meninggalkan Sang Prabu kembali ke Negeri Cempa (Thailand).

Hal tersebut rupanya membuat Prabu Brawijaya V tak berdaya, dengan begitu ia harus merelakan kepergian dari Dewi Kian menuju tanah Sumatera.

"Benarkah saya harus berpisah dengan Kanda Prabu? Jadi, kami tidak lagi tinggal di kaputren istana Majapahit!"?" ujar Dewi Kian.

"Bersabarlah Dewi! Sungguh semua ini demi kebaikan kita semua, termasuk putra kita" hibur Prabu Brawijaya V.

Dewi Kian merasa ini seperti kompetisi, tak hanya merebut hati Sang Prabu, tetapi juga untuk merebutkan gelar Permaisuri sejati.

Luluh hati Dewi Kian. Ia mengakui dirinya telah kalah, sedang pemenangnya adalah Ratu Dewi Dwarawati.

Sesaat kemudian, "Baiklah Kanda Prabu, jika saya memang harus hengkang dari istana Majapahit, maka akan saya terima semua ini sebagai kenyataan yang mesti hamba jalani." terang Dewi Kian.

Prabu Brawijaya V merasa lega atas kelapangan hati Dewi Kian, ia berharap suatu saat nanti calon putra yang sedang dikandung oleh Dewi Kian akan menjadi pemimpin besar.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement