4. Peru
Peru memiliki tingkat perceraian mencapai 0,5 per 1.000 penduduk. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya angka perceraian di negara ini, seperti agama dan nilai-nilai keluarga. Di Amerika Latin, persatuan keluarga sangat dihargai.
Pasangan diajarkan untuk menghindari perceraian dan tetap bersama meskipun mengalami kesulitan.
5. Irlandia
Dibandingkan dengan negara di benua Eropa, tingkat perceraian di Irlandia dianggap cukup rendah, yaitu 0,6 per 1.000 orang. Namun, meskipun negara ini memiliki mayoritas penduduk yang beragama Katolik Roma, tingkat perceraian di antara umat Katolik cukup tinggi, yakni 4,1%.
Angka ini tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara Eropa Katolik lainnya seperti Inggris, Polandia, dan Spanyol, dengan tingkat perceraian 1,9%, 1,8%, dan 2,1%.
6. Malta
Negara ini memiliki tingkat perceraian terendah kelima, dengan hanya 0,8 kejadian per 1.000 orang. Salah satu faktor yang menyebabkan tingkat perceraian yang rendah di Malta adalah kriteria yang membatasi untuk memperoleh status bercerai.
Menurut hukum di Malta, pasangan harus hidup terpisah setidaknya selama empat tahun agar memenuhi syarat untuk bercerai. Pasangan juga harus meyakinkan pengadilan bahwa rekonsiliasi tidak mungkin dilakukan.
(Rani Hardjanti)