Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bagikan Ratusan Sembako untuk Warga Wadas, Polisi Tegaskan Tak Ada Intimidasi

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 10 Februari 2022 |21:26 WIB
Bagikan Ratusan Sembako untuk Warga Wadas, Polisi Tegaskan Tak Ada Intimidasi
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal (foto: dok Okezone)
A
A
A

PURWOREJO - Adanya isu tentang warga di Desa Wadas yang dipaksa aparat untuk menandatangani persetujuan tambang, dibantah tegas oleh Polda Jateng.

Kapolda Jateng melalui Kabid Humas Kombes M Iqbal Alqudusy menyatakan bahwa saat ini proses yang dijalani adalah pengukuran lahan, bukan meminta persetujuan warga terhadap proyek bendungan Bener.

"Tak ada warga yang diintimidasi untuk dimintai persetujuan atas proyek bendungan Bener. Proyek bendungan Bener saat ini sudah berjalan. Wilayah Wadas merupakan area yang digunakan untuk pengambilan bahan andesit. Jadi tak ada warga yang dipaksa untuk menyetujui proyek bendungan," jelas Iqbal Alqudusy, Kamis (10/2/2022).

BACA JUGA:Partai Perindo Dorong Konflik di Desa Wadas Diselesaikan Secara Dialog 

Kabidhumas bahkan menerangkan dirinya langsung cek kepada anggota yang bertugas di lapangan.

"Ternyata sama sekali tidak ada. Bisa di kros cek juga pada kepala desa atau Camat. Saya yakin jawabannya akan sama," tegasnya.

BACA JUGA:Berjalan Normal dan Kondusif, Pengukuran Lahan di Desa Wadas Segera Tuntas 

Aksi aparat gabungan di lapangan, saat ini adalah mencoba mendinginkan situasi serta mendampingi tim BPN Kabupaten Purworejo yang tengah mengukur lahan warga untuk dibebaskan.

"Aparat juga membagikan ratusan paket bansos berupa sembako untuk warga. Ini dilakukan semata-mata karena kita juga bagian dari mereka. Kami amat berempati terhadap masyarakat disana," terang Kabid Humas.

Dijelaskan, warga Wadas saat ini sudah banyak yang menyetujui pembebasan lahannya guna keperluan penambangan andesit.

Progres terakhir pengukuran lahan, ungkap Kabidhumas, sudah hampir 90 persen. Hambatan utama yang ada di lapangan adalah pemilik lahan banyak yang tinggal di luar kota.

"Ada yang di luar kota. Bahkan ada yang luar pulau," jelasnya.

Sejauh ini warga pemilik lahan tidak merasakan teror atau tekanan aparat. Bahkan mereka minta pengukuran lahan yang dilakukan BPN, didampingi oleh tim gabungan.

"Ada juga warga yang meminta pengukuran lahan mereka disegerakan. Supaya cepat selesai urusannya," tandas kabidhumas.

Kombes M Iqbal menegaskan memang terdapat warga pro dan kontra terkait pembebasan lahan di Wadas. Namun dia memastikan tak ada pemaksaan aparat agar warga menyetujui pembangunan proyek bendungan Bener atau pembebasan lahan.

"Untuk itu kami minta publik bijak untuk memilih dan memilah informasi yang beredar terutama di media sosial, terutama untuk masalah pembangunan bendungan Bener dan permasalahan di Wadas. Banyak yang menyesatkan dan tak sesuai fakta," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement