JAKARTA - Wanita cantik berkulit putih dengan rambut panjang sebahu itu ditemukan tergeletak tak bernyawa di sebuah kamar hotel kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu 19 Februari 2022.
Bagian payudaranya pecah mengeluarkan darah dan cairan kimia.
Ia adalah RCD (34), perempuan yang diduga menjadi korban malapraktik lantaran sebelumnya melakukan suntik filler untuk membesarkan payudaranya.
Namun, suntik filler itu tak dilakukan oleh dokter, melainkan temannya yang merupakan seorang transgender.
Perempuan yang memiliki tato di bagian tangannya itu sudah tiga hari menginap di kamar tersebut. Namun, hingga waktu check out tiba, ia tak pernah keluar kamar.
Baca juga: Kronologi Malpraktik Suntik Payudara yang Tewaskan Wanita Cantik di Hotel
Petugas hotel pun membuka kamar RCD untuk mengingatkannya segera check out. Saat itulah diketahui korban sudah meninggal dunia.
"Sebelum filler payudara dia terlihat baik-baik saja tapi nanti kami cek keseluruhan," kata Kanit Reskrim Polsek Tamansari AKP Roland Manurung.
Baca juga: Transgender Penyuntik Payudara Wanita Cantik di Hotel Mangga Besar Ditangkap
Roland mengatakan bahwa sebelum tewas, korban sempat lemas dan kedinginan, padahal sebelum menjalani suntik payudara ia terlihat dalam kondisi sehat.
"Ada cairan yang keluar dari payudara yang habis disuntik makanya dia (korban) lemas dan kedinginan. Kemungkinan (malapraktik) iya, tapi di bukan dokter ya," ucap Roland.
Dia juga memastikan tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh RDC.
Kapolsek Metro Tamansari AKBP Rohman Yonky Dilatha menambahkan bahwa korban telah melakukan penyuntikan filler payudara kepada pelaku sebanyak dua kali.
Penyuntikan pertama pada tahun 2011 kemudian penyuntikan kedua dilakukan pada Jumat, 18 Februari 2022.
"Pelaku menyuntikkan kembali filler payudara pada Jumat, 18 Februari 2022 karena alasan payudaranya sudah mulai kendur," katanya menambahkan.
Saat itu, korban menghubungi pelaku ER. Kemudian, pelaku berangkat dari Cikupa dan dijemput oleh seorang pria berinisial AF di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Baca juga: Polisi Akan Panggil Penyuntik Payudara Wanita yang Tewas di Hotel Mangga Besar
"Pelaku ER sebelum menemui korban terlebih dahulu membeli cairan silikon di toko kimia sementara untuk bius (lindocaine) suntik dan jarum serta obat ponstan dan amoxilin sudah dibawa oleh pelaku," ujar Rohman.
Setelah itu, sekitar jam 13.00 WIB, ER masuk ke kamar hotel bernomor 401 menemui RCD, sedangkan AF menunggu di luar hotel.
Baca juga: Wanita Cantik yang Tewas Misterius di Hotel Mangga Besar Miliki Tato di Tangan Kanan
Rohman menyampaikan, ER melakukan tindakan penyuntikan bius terlebih dahulu terhadap RCD. Setelah itu, WR melakukan suntik silikon ke kedua payudara RCD sebanyak 1.000 ml, setiap satu payudara disuntik silikon 500 ml.
"Biaya suntik tersebut seharga Rp4 juta dengan rincian Rp1,5 juta transfer dan Rp2,5 juta tunai dan telah diterima ER," kata Rohman
Setelah selesai, Rohman menjelaskan, ER dijemput lagi oleh AF dan diantarkan ke Kebon Jeruk untuk pulang naik bus ke Cikupa.
"Atas jasa AF tersebut, ER memberikan bayaran Rp500 ribu, AF membawa pulang dan menyimpan peralatan-peralatan suntik, cairan pembius dan sisa cairan silikon di dalam jerigen yang kemudian disimpan di rumahnya," ujarnya.
Polisi Tangkap Pelaku
Polisi bergerak cepat dengan meringkus dua pelaku dalam kasus tewasnya seorang perempuan cantik usai disuntik filler ilegal. Keduanya adalah, transpuan atau waria berinisial ER, dan satu orang yang terlibat sebagai driver pengantar ER yakni Arif.
Kapolsek Metro Taman Sari Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Rohman Yongki menjelaskan pelaku ER sudah bekerja sebagai penyuntik payudara sejak 2004. Sedangkan Arif sebagai pengantar ER dibayar Rp500 ribu.
"Sedangkan korban sudah melakulan suntik sejak 2011. Dia sudah lakukan suntikan yang pertama. Kemudian pada jumat kemarin suntikan kedua," ujar Yongki.
Baca juga: Usai Suntik Payudara, Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Mangga Besar
(Fakhrizal Fakhri )