JAKARTA - Libur panjang akhir pekan menyusul adanya peringatan Isra’ Miraj menyebabkan mobilitas masyarakat meningkat. Hal ini terlihat dari kemacetan yang terjadi di Puncak Bogor, Jawa Barat.
Meskipun saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, tak menyurutkan masyarakat untuk berwisata. Padahal, kegiatan yang menimbulkan kerumunan cenderung meningkatkan penyebaran Omicron.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Libur Panjang, Kepadatan Terjadi di Tol Purbaleunyi Arah Jakarta
Merespon hal ini, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan, pada prinsipnya pemerintah tidak melarang untuk berkegiatan. Namun, harus tetap berkomitmen untuk menjaga protokol kesehatan.
“Pada prinsipnya pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berkegiatan. Masyarakat boleh beraktivitas termasuk mobilisasi jika berkomitmen menjaga protokol kesehatan baik saat sebelum, dalam perjalanan maupun sampai tujuan,” kata Wiku saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (1/3/2022).
Wiku pun meminta masyarakat untuk bisa menetapkan skala prioritas agar tidak melakukan mobilitas jika tidak perlu dilakukan. “Untuk mencegah kerumunan masyarakat hendaknya dapat menetapkan skala prioritas, serta mengukur risiko penularan selama beraktivitas,” tuturnya.
Baca Juga: Libur Panjang, Lalu Lintas di Puncak Bogor Padat
Oleh karena itu, Wiku meminta agar masyarakat menghindari tempat-tempat yang memicu kerumunan terutama untuk menjaga agar kelompok rentan seperti lansia tetap terjaga. “Contohnya masyarakat dapat menghindari tempat-tempat kerumunan untuk dikunjungi serta menunda perjalanan khususnya bagi lansia sebagai kelompok yang rentan,” kata Wiku.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.