Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kaisar-Kaisar yang Pernah Membawa Rusia ke Masa Kejayaan

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Senin, 07 Maret 2022 |05:06 WIB
Kaisar-Kaisar yang Pernah Membawa Rusia ke Masa Kejayaan
Bekas ibu kota Kekaisaran Rusia (Foto: CNN)
A
A
A

JAKARTA - Kekaisaran Rusia resmi dibentuk pada 22 Oktober 1721 dan menjadi negara terbesar ketiga setelah Inggris dan Mongol. Melansir laman Russia Beyond, orang-orang Eropa kerap menggunakan istilah Pyotr untuk menyebut Kaisar Rusia.

Sebelumnya, gelar itu bernama Tsar dan terasa sulit dipahami. Pada 1721, pendirian Kekaisaran Rusia dilakukan oleh Pyotr I atau Peter yang Agung, bersamaan dengan perayaan Perjanjian Nystad yang ditandatangani langsung oleh Kekaisaran Rusia dan Swedia. Dalam perjanjian itu, disebutkan bahwa Swedia mengakui adanya peralihan Livonia, Estonia, Finlandia Tenggara, dan Ingria ke tangan Rusia.

Sementara itu, gelar resmi Pyotr sebagai Kaisar Rusia dipertanyakan pada 18 Oktober 1721 atau 4 hari sebelum negara itu didirikan. Pertanyaan tentang klaim tersebut diajukan oleh Badan Pimpinan Gereja Ortodoks Rusia atau Sinode Mahakudus. Mereka meminta Pyotr I untuk menerima gelar ‘Peter yang Agung’. Meskipun awalnya menolak, namun gelar itu diterimanya juga.

Baca juga:  Setelah Lebih dari Satu Abad, Rusia Jadi Tuan Rumah Pernikahan Kerajaan

Pyotr I menjalankan tugasnya dengan sangat apik. Dalam laman Russia Beyond juga disebutkan, bahwa sosok Pyotr I melakukan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan gesit. Dia digambarkan sebagai pribadi yang mampu berpikir cepat, termasuk memiliki cara berjalan yang juga cepat. Sosok Pyotr I sempat dilukis oleh Valentin Serov pada 1907. Terlihat, Pyotr I mempunya postur tubuh yang tegap, tinggi dan kerap menggunakan tongkat ketika berjalan.

Baca juga: Putin: Kirim Pasukan Rusia ke Ukraina Adalah Keputusan Sulit Tapi Tanpa Keraguan

Di bawah kendali Pyotr I, Rusia menjadi negara berkembang dan semakin diperhitungkan. Apalagi, Pyotr I turut memperkenalkan dan langsung mengembangkan sistem otokrasi di Rusia. Sebenarnya, sistem tersebut sudah banyak digunakan oleh negara-negara Eropa. Namun baru diterapkan di Rusia pada masa kepemimpinannya. Lini perdagangan dan industri di Rusia pun mulai maju dan menjanjikan.

Setelah pemerintahan Pyotr I, pemimpin Kekaisaran Rusia selanjutnya adalah Yekaterina II (Catherine the Great) yang berkuasa sejak tahun 1762 sampai 1796. Meskipun banyak masyarakat dan lingkungan Kekaisaran melihatnya sebagai sosok yang kaku, namun di tangan Yekaterina II reformasi internal kerajaan bisa terwujud. Dia juga piawai melakukan diplomasi yang memperkuat Rusia menjadi sebuah negara kuat dan penting di sekitar abad 18 dan 19.

Mengenai Yekaterina II, ada satu kisah yang cukup menarik. Kisah ini terjadi saat dirinya tengah bermain kartu dengan seorang bangsawan bernama Aleksandr Stroganov. Ketika itu, Stroganov kalah dan langsung menggebrak meja sembari berdiri. Di luar dugaan, sang Ratu justru berlaku sangat tenang tanpa amarah sedikit pun. Jenderal Nikolay Arkharov yang membela Yekaterina II malah yang menegur Stroganov.

Selain pentingnya dua pemimpin penting Kekaisaran Rusia tersebut, Pyotr I dan Yekaterina II, ini kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya. Rusia pun menjadi negara yang senantiasa berkembang dan semakin kuat.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement