SLEMAN - Hari Senin 7 Maret 2022, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Sleman bertambah 402 kasus dan 8 orang dinyatakan meninggal. Angka tersebut menambah daftar panjang warga Sleman yang meninggal karena Covid19
Dinas Kesehatan Sleman mencatat setidaknya ada 69 warga Sleman yang meninggal karena covid19 selama tahun 2022 ini. Sebagian besar dari mereka.yang meninggal ternyata belum menjalani vaksinasi covid19.
"Selama 2022 ada 69 kematian kasus Covid-19 di Sleman, 47 di antaranya belum vaksin," tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati, Senin (7/3/2022).
Dari 69 kematian kasus Covid-19 tadi, ada sebanyak 45 kasus meninggal dunia yang diketahui status positif Covid-19 lewat tes PCR. Di mana 44 orang meninggal dunia di rumah sakit, seorang lagi di Puskesmas.
Dia menyebut dari 45 kasus yang meninggal dan diketahui dari tes PCR, ternyata ada 28 orang yang belum menjalani vaksinasi. Sisanya lima orang sudah divaksin dosis satu, 10 orang sudah dua kali divaksin Covid-19 dan dua orang sudah menerima vaksin booster atau tiga kali.
Selain itu, pasien yang meninggal dunia dan diketahui positif Covid-19 lewat tes Antigen ada sebanyak 24 orang. ada satu orang pasien yang sudah menerima vaksin satu kali dan empat orang sudah dua kali vaksin.
"Ada 19 orang pasien belum vaksin sama sekali,"terangnya.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengakui, imunisasi (vaksinasi) Covid bukan cara untuk mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Hal tersebut merujuk pada ungkapan WHO. Booster dapat melindungi masyarakat dari Covid-19 varian yang saat ini menyebar dan varian lain yang mungkin muncul setelahnya.
"Karena menerapkan prokes masih menjadi kuncinya,"tandas dia.
Vaksin lengkap dan booster sebetulnya melindungi lansia dan non lansia dari tingkat kematian akibat Covid-19. Dari data yang ia miliki, pasien non lansia tanpa komorbid yang menerima vaksin booster, tingkat kematian akan turun jadi 0,49%.
Sementara kalau hanya vaksin lengkap atau primer (dosis 1 dan dosis 2), maka tingkat kematiannya diperkirakan 2,9%. Jika lansia tanpa komorbid dengan booster, tingkat kematian bisa menurun 7,5%.
"Kalau hanya vaksin primer itu tingkat kematiannya masih 22,8%," terangnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.