Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gas 3 Kilogram Langka dan Mahal, Warga Kalsel Kembali Gunakan Kayu Bakar

Zulkifli Yunus , Jurnalis-Rabu, 23 Maret 2022 |16:57 WIB
Gas 3 Kilogram Langka dan Mahal, Warga Kalsel Kembali Gunakan Kayu Bakar
Warga Kalsel kembali gunakan kayu bakar (Foto; iNews/Zulkifli)
A
A
A

PELAIHARI - Distribusi gas bersubsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan sampai saat ini belum berjalan dengan baik, sebagian warga di pinggiran Kota Pelaihari masih sering kesulitan mendapatkan gas yang bertuliskan “untuk masyarakat miskin” itu.

Warga hanya mendapatkan pasokan 1 sampai 2 kali dalam satu bulan dari pangkalan, kalau habis di pangkalan warga terpaksa mencari sampai ke warung-warung yang menjual gas 3 Kg. Harga di warung-warung Rp25.000 sampai Rp30.000, sedangkan HET gas 3 Kg di Tala hanya Rp19.000.

Sering kosong di pangkalan dan mahalnya harga di pengecer, warga di Desa Galam dan Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Warga mengaku sebenarnya mereka sudah nyaman menggunakan gas 3 Kg, karena tidak perlu keluar masuk hutan mencari kayu bakar. Belum lagi kalau musim hujan susah mengeringkan kayu sebelum digunakan untuk memasak.

Hal ini diakui Mahrina Asmawati warga RT 2 Desa Galam, Kecamatan Bajuin yang sudah beberapa bulan terakhir memanfaatkan kayu bakar untuk memasak.

“Terpaksa menggunakan kayu bakar, gas di pangkalan sering kosong, sedangkan beli diluaran atau warung Rp25.000 itu pun sering kosong juga,” kata Mahrina, Rabu (23/3/2022).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement