Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Hari Pascajatuhnya Pesawat Boeing 737 di China, Penyebab Masih Misterius dan Kotak Hitam ke-2 Terus Dicari

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 26 Maret 2022 |19:14 WIB
5 Hari Pascajatuhnya Pesawat Boeing 737 di China, Penyebab Masih Misterius dan Kotak Hitam ke-2 Terus Dicari
Pencarian kotak hitam kedua terus dilakukan (Foto: AP)
A
A
A

CHINA - Lima hari setelah jatuhnya pesawat Boeing 737-800 di pegunungan China selatan, penyebab bencana masih tetap menjadi misteri sementara pencarian kotak hitam kedua pesawat terus berlanjut.

Ratusan orang, banyak yang mengenakan pakaian hazmat putih, menyisir zona tumbukan dan puing-puing yang jauh lebih besar di sepanjang lereng curam pada Jumat (25/3). Mereka sedang mencari sebuah kotak yang berisi perekam data penerbangan, bersama dengan potongan-potongan puing-puing dan barang-barang dan bagian tubuh dari 132 penumpang yang tewas dalam kecelakaan itu.

Seorang anggota tim penyelamat membawa sepotong puing di lokasi kecelakaan penerbangan China Eastern di Kabupaten Tengxian di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China selatan.

Hujan terus-menerus telah menggagalkan tugas dan lokasi terpencil mengharuskan penggunaan anjing dan peralatan tangan. Termasuk detektor logam yang lebih sering terlihat di bandara.

Baca juga: Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Boeing 737 Tiba di Tempat Kejadian, Penuh Harapan

Dompet, identitas dan kartu bank serta sisa-sisa manusia telah ditemukan, bersama dengan beberapa potongan besar sayap dan badan pesawat.

 Baca juga: China Eastern 'Kandangkan' 223 Pesawat Boeing 737 Imbas Kecelakaan di China

Boeing 737-800 China Eastern meninggalkan lubang sedalam 20 meter ketika jatuh dari langit pada Senin (21/3) dan para pekerja telah memompa air hujan untuk memfasilitasi pencarian.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS mengatakan pembicaraan sedang berlangsung dengan China mengenai pengiriman seorang ahli untuk berpartisipasi dalam penyelidikan, seperti standar ketika pesawat yang terlibat berasal dari pabrikan Amerika.

“Perjalanan ke China saat ini dibatasi oleh persyaratan visa dan karantina Covid. Kami bekerja dengan Departemen Luar Negeri [AS] untuk mengatasi masalah tersebut dengan pemerintah China sebelum perjalanan ditentukan, ” kata juru bicara NTSB Peter Knudson dalam sebuah pernyataan.

Pekerja darurat menggunakan anjing pelacak untuk mencari kotak hitam di dekat puing-puing di lokasi kecelakaan penerbangan China Eastern.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement