Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jaktim Diprediksi Alami Pergeseran Tanah, Camat Pasar Rebo: Memang Ada yang Rawan Longsor

Muhammad Farhan , Jurnalis-Senin, 04 April 2022 |21:16 WIB
Jaktim Diprediksi Alami Pergeseran Tanah, Camat Pasar Rebo: Memang Ada yang Rawan Longsor
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis data potensi pergerakan tanah di sejumlah wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada April 2022. Khusus wilayah Jakarta Timur, Camat Pasar Rebo membenarkan adanya pergeseran tanah di wilayahnya dan berpotensi longsor.

Camat Pasar Rebo, Mujiono menegaskan wilayahnya secara geografis memang termasuk rawan pergeseran tanah karena terdapat kemiringan antar lahan yang cukup signifikan. Mujiono sampaikan perbedaan kemiringan dapat mencapai satu hingga tujuh meter sehingga berpotensi longsor.

"Fluktuasi kemiringan dan perbedaan antara lahan yang satu dengan lain terkadang bisa 1-7 meter. Hampir semua Kelurahan di Pasar Rebo ada yang rawan longsor," kata Mujiono kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Mujiono menjelaskan pihaknya sudah melakukan pencegahan pergeseran tanah hingga longsor dengan melakukan pemetaan. Dia pun menyampaikan tercatat lima kelurahan yang telah dipetakan memiliki potensi ancaman longsor meski hingga saat ini belum terlihat bahayanya.

"Kegentingan atau kedaruratannya belum terlihat, semoga terus demikian. Namun untuk antisipasi pergeseran tanah di Pasar Rebo biasanya dengan turap tembok yang kuat," tutur Mujiono menambahkan.

Mujiono menjelaskan warga di wilayahnya yang memiliki lahan di lokasi rawan pergeseran tanah sudah memiliki kesadaran untuk membangun turap secara mandiri. Diketahui, turap adalah sebuah struktur berupa dinding yang dibuat untuk menahan pergeseran lateral tanah.

"Sementara untuk lahan aset Pemprov DKI Jakarta di lokasi rawan pergeseran telah dibuatkan turap oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan pihak dinas terkait lainnya," katanya.

Mujiono mengungkapkan pihaknya sendiri hingga saat ini masih menunggu hasil kajian resmi dari BPBD DKI Jakarta terkait potensi pergeseran tanah guna melakukan langkah-langkah pencegahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement