Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Gus Dur Ketua Umum PBNU yang Gemar Naik Kendaraan Umum

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 15 April 2022 |05:30 WIB
Cerita Gus Dur Ketua Umum PBNU yang Gemar Naik Kendaraan Umum
Gus Dur (foto: ist)
A
A
A

JAKARTA - KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan salah satu tokoh agama yang istimewa. Sampai kini, pemikiran dan berbagai humornya masih banyak dibahas masyarakat.

Salah satu kegemaran Gus Dur yang tak banyak orang tahu adalah kebiasaan Gus Dur menumpangi kendaraan umum, bahkan hal tersebut masih dilakoninya saat menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 1984-1999.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Timur Tengah, Gus Dur memang memilih mengajar di Pesantren Tebuireng. Ia juga menulis berbagai artikel ilmiah, opini, kolom, dan esai di sela-sela kesibukannya mengabdi di pesantren milik keluarganya itu.

Alhasil, masyarakat mulai mengenal luas Gus Dur lewat berbagai tulisannya meski dirinya menetap di Jombang.

Seperti dilansir dari NuOnline, Jumat (15/4/2022), Abdul Mun’im DZ dalam Fragmen Sejarah NU (2017) mengisahkan bahwa Gus Dur masih kerap menggunakan transportasi umum saat menjabat Ketua Umum PBNU.

Baca juga: Humor Gus Dur: Cara Bujuk Kiai Berhenti Merokok di Dalam Mobil

Gus Dur sama sekali tidak mengubah gaya hidupnya yang sederhana, santai, akrab, dan bersahabat dengan siapa saja meskipun telah menjadi Ketum PBNU.

Dengan kendaraan umum itu pula cucu dari KH Haysim Asyari itu menemui KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, hingga bersilaturahmi dengan para kiai yang ada di Tanah Air.

Baca juga: Humor Gus Dur: Kisah Tentang Kecerdasan Tukang Becak Madura

Saat diundang lokakarya di sebuah pesantren di Cilacap, putra Wahid Haysim itu menggunakan bus hingga menumpangi angkot dan becak agar bisa sampai ke tujuan.

Kala itu, Gus Dur dikenang kerap datang dengan membawa segepok map berisi makalah dan fotokopi kliping sebagai bahan ceramahnya.

Pada 1985, diceritakan oleh KH Husein Muhammad dalam bukunya Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus (2015), Gus Dur pernah menyambangi sahabatnya, KH Muhammad Jinan di Gunung Balak Lampung. Gus Dur menggunakan bus menuju Lampung kemudian meneruskan perjalanan dengan angkot.

Gus Dur juga berjalan kaki sejauh 4 kilomenter untuk bisa menuju pesantren tersebut. Jalanan yang dilalui Gus Dur menuju pesantren hanya setapak.

Sifat kezuhudan Gus Dur bagi Kiai Husein merupakan wujud nyata atas kedalaman ilmu Gus Dur dalam kehidupan sehari-hari. Sebab itu Kiai Husein sendiri menjuluki Gus Dur sebagai Sang Zahid, manusia dengan sifat zuhud yang tinggi.

Pengembaraan Gus Dur dalam menyelami setiap detak kehidupan menjadi alasan untuk meraup sebanyak-banyaknya hikmah sehingga dirinya tidak peduli dengan identitas sosialnya ketika harus berjejal dengan masyarakat umum di bus maupun angkot.

Baca juga: Humor Gus Dur: Kisah Kiai Merayu Istri Muda untuk Malam Pertama

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement