MANOKWARI - Adat harus ditempatkan pada tempat yang terhormat karena adat sejatinya adalah darah dan urat nadi dari bangsa Indonesia.
Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema mengatakan bahwa adat harus diyakini adalah bagian dari keberagaman bersama untuk dirawat dan dijaga.
Pangdam menyampaikan hal tersebut di depan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat.
"Siap bergerak bersama-sama dengan LMA Papua Barat dalam kondisi apapun dalam menyelesaikan persoalan yang ada," katanya yang didampingi Kaposahli, Aster serta Dandim 1801/Manokwari, Selasa (19/4/2022).
Dia menambahkan bahwa sejatinya permasalahan adat kerap muncul karena masih belum mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki. Menurt dia, semua potensi perlu dikembangkan dan diberdayakan termasuk dengan masyarakat adat.
Baca juga: Melayat ke Rumah Duka 18 Korban Meninggal Kecelakaan, Pangdam XVIII/Kasuari Berbela Sungkawa
Jenderal bintang dua kelahiran NTT itu mengungkapkan rasa syukur syukur karena Tuhan menempatkannya di tanah yang terberkati, yakni di Papua Barat dan juga merupakan bagian dari NKRI.
"Yang pertama selalu memberikan sinar terang untuk republik ini mulai dari Timur sampai dengan ke Barat," ujarnya.
Baca juga: Pangdam Kasuari Melayat ke Rumah Duka 18 Korban Meninggal Kecelakaan di Papua Barat
Pangdam menambahkan, sejak dipercaya memimpin di tingkat Kodam ini, dirinya selalu melaksanakan tugas dengan penuh ketulusan, kejujuran dan keikhlasan. Sehingga saat perjalanan tugas akan berjalan dan bergerak dari satu tanda heran ke tanda heran yang lain.
"Saya nyatakan kepemimpinan saya adalah kepemimpinan hati. Oleh karenanya saya juga menyampaikan bahwa program dari LMA Papua Barat, juga menjadi program Kodam XVIII/Kasuari," kata dia.
"Contoh kecil yaitu program terang Papua yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, sepanjang itu untuk kepentingan bersama dan buat kemajuan bangsa, sekali lagi kami harus siap membantu," imbuhnya.
Baca juga: Perwakilan Ombudsman Papua Barat Temui Pangdam Kasuari, Ini yang Dibahas
(Fakhrizal Fakhri )