Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika KH Wahid Hasyim Wafat, Warga Berdiri Sepanjang Jalan Surabaya-Jombang

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 22 April 2022 |04:03 WIB
Ketika KH Wahid Hasyim Wafat, Warga Berdiri Sepanjang Jalan Surabaya-Jombang
Masyarakat sambut jenazah KH Wahid Hasyim (Foto: Nu.or.id)
A
A
A

KH WAHID Hasyim meninggal dunia dalam kecelakaan. Jenazahnya diterbangkan dengan pesawat ke Surabaya didampingi keluarga. 

"Baru pertama itu kami naik pesawat. Tapi tidak ada kebahagiaan sama sekali," ujar putranya, Umar Wahid.

Namun, dalam perjalanan tersebut ada yang menarik perhatiannya. Saat itu, terlihat orang-orang berjajar sepanjang jalan dari Surabaya ke Jombang. Hal itu sontak membuat perjalanan menjadi lambat.

Acap kali mereka meminta rombongan berhenti dan ingin mensholatkan jenazah di masjid-masjid setempat. Namun, permintaan itu tidak dituruti karena jenazah Kiai Wahid sudah lama menunggu dan harus segera dimakamkan.

Masyarakat hanya bisa berdiri dengan raut kesedihan seraya berdoa dan melambaikan tangan. Di kemudian hari, Gus Dur menyampaikan ke Umar.

"Masyarakat seperti itu ke Bapak bukan karena beliau pernah jadi menteri. Masyarakat (ketika itu) tidak tahu apa itu menteri. Juga bukan karena Bapak adalah putra Hadratus Syekh. Masyarakat memberikan sambutan seperti itu karena Bapak sangat memahami urusan masyarakat, tahu kebutuhan masyarakat, dan mau memperjuangkan kepentingan masyarakat."

Sebelum meninggal, Kiai Wahid mengusap kepala Umar, lalu berpesan "Pokoknya ikuti saja apa kata ibumu ya!"

Umar yang masih berusia 8 tahun tak terbesit sedikit pun kalau itu adalah pesan terakhir ayahnya. Bahkan, Umar biasa saja ketika terdengar kabar kalau ayahnya baru saja kecelakaan di Cimahi. Umar masih bisa bermain di rumah sewa di Matraman.

Kiai Wahid meninggal dunia pada 19 April 1953 di usia 39 tahun. Sholihah yang baru berusia 31 tahun lulusan Tsanawiyah ketika itu merawat 5 anak dan 1 anak masih dalam kandungan.

Anak tertua, Gus Dur, baru berusia 13 tahun. Banyak yang menawarkan bantuan kepada keluarga ketika itu, tapi istri Kiai Wahid hanya menjawab, "Iya nanti saja kalau kami membutuhkan."

Tulisan ini disadur dai Nu.or.id

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement