Tinggal di hunian yang nyaman, tanpa mengkhawaitrkan banyak permasalahan, merupakan harapan kebanyakan orang untuk menghabiskan masa tua mereka. Sayangnya hidup seperti demikian tidak dirasakan oleh pasangan suami-istri, Bapak Darto Suwito dan Ibu Paikem, yang tinggal di rumah kurang layak huni di Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Mereka harus menghabiskan hari tua dengan penuh kekhawatiran, karena kondisi rumah yang rapuh dan bisa roboh sewaktu-waktu. Rumah kecil yang mereka tinggali berlantaikan tanah dengan dinding anyaman bambu yang sudah rusak dimakan rayap. Begitu pula kondisi atap rumah mereka, bolong dan ditopang bambu lapuk sekedarnya.
“Jika malam hari kami kedinginan dan susah tidur, apalagi ketika hujan mengguyur maka air pun masuk ke rumah. Kasur kami pun juga basah terkena air hujan”, ujar Ibu Paikem bercerita sambil menahan tangis.
Mengetahui kondisi tempat tinggal mereka, Adi Pamungkas, seorang realawan, merekomendasikan keluarga Bapak Darto Suwito untuk mendapatkan bantuan renovasi rumah dari Semen Tiga Roda. Setelah menyeleksi kurang lebih 2000 kandidat, Bapak Darto Suwito berhasil terpilih menjadi penerima bantuan renovasi melalui #PejuangKokohSelamanya.
Proses renovasi kali ini menjadi tantangan tersendiri karena jarak lokasi yang jauh dengan medan tempuh yang tidak mudah.