Share

5 Kasus Keracunan Terparah di Dunia, Ada yang Tewaskan 176 Orang

Susi Susanti, Okezone · Rabu 04 Mei 2022 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 04 18 2589191 5-kasus-keracunan-terparah-di-dunia-ada-yang-tewaskan-176-orang-HmMsgWXs95.jpg Ilustrasi keracunan makanan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sepanjang sejarah, ada wabah keracunan makanan yang tak terhitung jumlahnya, banyak di antaranya memiliki konsekuensi yang mematikan.

Keracunan makanan adalah masalah serius yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia setiap tahun.

Entah karena kecelakaan, kelalaian atau bahkan kesengajaan, keracunan makanan bisa mengkhianati kepercayaan mereka yang mengonsumsi suatu produk. Keracuna juga bisa menyebabkan penyakit serius dan kematian.

Baca juga: Belasan Warga Ponorogo Diduga Keracunan Usai Santap Buka Puasa 

Berikut beberapa kasus keracunan yang mematikan di dunia:

1. Penyakit sapi gila

'Penyakit Sapi Gila' (MCD), yang secara resmi disebut Bovine Spongiform Encephalopathy, adalah penyebab salah satu kasus keracunan makanan paling terkenal sepanjang sejarah.

Baca juga: 43 Santri di Gunung Putri Keracunan Nasi Kotak, Polisi Buru Donatur

MCD ditransfer ke manusia yang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi sapi yang terinfeksi. Pada manusia, ini disebut Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD) dan merupakan penyakit otak yang tidak dapat disembuhkan dan pada akhirnya fatal.

Pada 1996, kasus varian pertama CJD dilaporkan di Inggris, yang dikaitkan dengan kematian Stephen Churchill yang berusia 19 tahun pada tahun sebelumnya. Pada 2012, CJD telah bertanggung jawab atas kematian tragis 176 orang di Inggris dan 49 orang di tempat lain di dunia.

Meskipun sapi pertama di Inggris dilaporkan mati karena MCD pada awal 1985, baru pada akhir 1986 pihak berwenang mulai menyadari besarnya masalah. MCD dilaporkan telah membunuh sekitar 179.000 sapi di Inggris, dengan 4,4 juta lainnya dimusnahkan sebagai tindakan pencegahan.

Banyak negara melarang impor daging sapi Inggris dengan alasan tidak aman. Sejak wabah, ketentuan lain telah diberlakukan untuk mencegah kasus lebih lanjut terjadi.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

2. Wabah keracunan makanan di Yordania

Wabah keracunan makanan di Yordania telah membuat lebih dari 800 orang dan menewaskan seorang anak pada Juli 2020. Kementerian kesehatan mengatakan para korban ini diketahui makan shawarma murah dari sebuah restoran di luar Amman.

Media lokal melaporkan pemilik restoran yang menjual daging rotisserie populer dan makanan ringan roti di distrik Baqa'a barat laut ibukota ditangkap.

“Seorang bocah lelaki berusia lima tahun meninggal karena keracunan besar-besaran,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Menteri Kesehatan Saad Jaber kemudian mengatakan 826 orang telah dirawat di rumah sakit karena keracunan sejak kasus pertama terdeteksi.

Dia mengatakan ratusan dokter dan perawat tambahan telah dikerahkan ke berbagai rumah sakit untuk merawat mereka yang terkena dampak.

Sebelumnya, kementerian mengatakan tes laboratorium telah mengungkapkan bakteri dalam daging dan unggas.

Pejabat kementerian kesehatan Adnan Ishaq mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa daging telah terinfeksi karena tidak didinginkan. Gelombang panas melanda Yordania dalam beberapa hari terakhir, dengan suhu di Amman melebihi 40C.

Penuntut distrik mengatakan tiga orang dari restoran, termasuk pemiliknya, telah ditahan.

3. Wabah keracunan mentimun Meksiko

Salmonella dari mentimun yang diimpor dari Meksiko menginfeksi 907 orang di 40 negara bagian pada 215. Wabah ini mengakibatkan lebih dari 200 orang rawat inap dan enam kematian.

Mentimun didistribusikan Andrew & Williamson Fresh Produce. Perusahaan pun melakukan dia kali penarikan produk dari pasar.

4. Wabah keracunan restoran cepat saji

Pada 1993, 732 orang terkena salah satu kasus keracunan makanan yang paling terkenal dan tragis dalam sejarah AS. Jack in the Box, rantai hamburger cepat saji, menjual hamburger dengan daging sapi setengah matang yang menginfeksi banyak pelanggan dengan bakteri E. coli. Wabah itu melibatkan 73 restoran di seluruh Amerika Serikat (AS) di negara bagian Idaho, Washington, Nevada, dan California.

Sayangnya, roti burger yang kurang matang bertanggung jawab atas kematian 4 anak dan cedera serius 178 korban lainnya, termasuk kerusakan ginjal dan otak permanen.

Setelah wabah Jack in the Box 1993, AS telah mengadopsi kebijakan tanpa toleransi dalam hal E. coli dan tingkat infeksi dilaporkan telah diturunkan sejak itu.

5. 41 orang meninggal dalam wabah keracunan makanan China

Wabah keracunan makanan di sebuah restoran cepat saji telah menewaskan sedikitnya 41 orang dan menyebabkan ratusan lainnya membutuhkan perawatan di rumah sakit di kota Nanjing, China timur pada September 2002.

Kantor berita resmi Xinhua mengatakan 41 orang meninggal setelah makan makanan ringan sarapan tradisional termasuk kue wijen dan stik adonan goreng di cabang rantai susu kedelai.

Lebih dari 400 orang, banyak pekerja konstruksi dan siswa sekolah menengah, dilarikan ke rumah sakit setelah makan di restoran di distrik Jiangning kota itu.

Restoran telah ditutup dan setidaknya sepuluh rumah sakit di sekitar Nanjing merawat para korban.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini