SURABAYA - Trauma masih dialami para korban seluncuran di Kenjeran Park Surabaya beberapa hari lalu. Apalagi, anak-anak yang menjadi korban belum siap menghadapi kenyataan kalau dirinya tak bisa lagi normal seperti dulu setelah insiden seluncuran.
Kondisi itu yang membuat orang tua korban kebingungan. Mereka sedih menerima kenyataan kalau buah hatinya mengalami cacat permanen
AM, salah satu orang tua korban insiden seluncuran di Kenjeran Park masih terpuruk ketika ada kabar anaknya, S, mengalami cacat permanen. "Sudah dapat kabar dari RS, tapi anak saya belum tahu," katanya, Rabu (11/5/2022).
Ia seperti menemui bayangan hitam. Menerima kenyataan anaknya harus memakai kursi roda seumur hidup. Anaknya masih dirawat di RSUD dr Soetomo, ia pun belum bisa menyampaikan kabar pedih itu pada anaknya.