Share

Polisi Tangkap Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Belitung Timur

INews.id, · Jum'at 13 Mei 2022 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 340 2593324 polisi-tangkap-pembuat-dan-pengedar-uang-palsu-di-belitung-timur-FMF2MkzDZy.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BELITUNG TIMUR - Tim Panah Satreskrim Polres Belitung Timur berhasil menangkap seorang perempuan berinisial IYA (30) warga Desa Padang Kecamatan Manggar karena membuat sekaligus mengedarkan uang palsu, pada Selasa 10 Mei 2022 lalu.

Kasus ini terungkap saat tim panah satreskrim polres Beltim mendapat informasi, bahwa adanya peredaran uang palsu di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur.

 BACA JUGA:Nahas, Pedagang Takjil di Bekasi Jadi Korban Peredaran Uang Palsu

Setelah dilakukan penyelidikan didapatlah bahwa pelaku ini yang membuat sekaligus mengedarkan uang palsu tersebut.

Kasi Humas Polres Belitung Timur, Kompol Sukimin seijin Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya, SIK kepada awak media membenarkan bahwa Tim Panah Satreskrim Polres Beltim berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial IYA (30)

 BACA JUGA:Waspada Uang Palsu! Jangan Sembarangan Tukar Recehan Selain di Bank

"Alasan pelaku membuat uang palsu ini, awalnya dibuat pada Bulan Desember 2021 hanya untuk hiasan Buket tetapi tidak diambil oleh orang yang memesan, dan pada bulan Mei 2022 pelaku ini sebagai penagih uang arisan, saat ingin menyetor ke owner karena ada uang arisan orang terpakai oleh pelaku, jadi uang palsu tersebut digunakan pelaku untuk menutup uang arisan orang yang telah terpakai tersebut" ungkap Kompol Sukimin, Kamis (12/5/2022)

Dia menjelaskan, pelaku bisa membuat uang palsu ini dari otodidak dan bisa mencetak uang palsu dari kertas HVS berupa lembaran 50 ribu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku yakni 1(satu) unit laptop merek Asus Series A455L warna hitam, 1(Satu) unit printer merek Epson L 360, Uang palsu pecahan Rp 50.000,- sebanyak 40 Lembar dan Kertas sisa potongan uang palsu.

"Untuk saat ini pelaku sudah diamankan di Rumah Tahanan Polres Beltim dan atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3) jo pasal 26 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3) UU nomor 7/2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini