“Ini mungkin salah satu titik terlemah dalam pandemi terakhir ini, di mana negara-negara anggota atau badan pemerintahan tidak memiliki kesempatan untuk berkonsultasi langsung setelah PHEIC pandemi terakhir diumumkan,” kata Clemens Martin Auer dari Austria, yang mengajukan resolusi itu, kepada Dewan Eksekutif.
Ia menambahkan, komite baru itu juga akan melakukan pengawasan terhadap program darurat kesehatan WHO pada hari-hari biasa untuk memastikan program itu layak.
“Saya rasa komite tetap itu akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari arsitektur global baru dalam kondisi darurat kesehatan,” tambahnya.
Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Inggris dan Jepang merupakan beberapa co-sponsor inisiatif tersebut.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.