JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyebut jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta bertambah 44 berdasarkan data Senin (6/6/2022).
"Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 1.251 (orang yang masih dirawat/isolasi)," kata Dwi dalam keterangannya dikutip, Selasa (7/6/2022).
"Kami turut mengimbau masyarakat mewaspadai penularan varian Omicron. Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," ucapnya.
Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat, dilakukan tes PCR sebanyak 4.718 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 3.965 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 147 positif dan 3.818 negatif.
Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 9.430 orang dites, dengan hasil 49 positif dan 9.381 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.235.172 dengan tingkat kesembuhan 98,7%, dan total 15.303 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6%," ujarnya.
Dwi menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 39.707 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 1.020.625 per sejuta penduduk," ujarnya.
Dwi menyebut positivity rate di Jakarta masih di bawah standar organisasi kesehatan dunia (WHO), meski ada kenaikan kasus.
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 2,9%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,5%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)