Leli menjelaskan, tingginya angka stunting di Garut, kemungkinan karena pola asuh dari orang tuanya dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
“Itu belum final, karena kami masih terus melakukan pendataan sampai tuntas, kemudian setelahnya kita lakukan analisa data, lalu dikunjungi rumah masing-masing untuk diketahui penyebabnya, apakah karena pola asuh, sosial ekonomi, atau memiliki penyakit yang menyertai sehingga menyebabkan gagal tumbuh atau stunting,” ucapnya.
Pemkab Garut sendiri hingga kini gencar melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka stunting pada anak.
Selain melakukan pendataan, pemerintah daerah pun berupaya menangani stunting dengan memberikan bantuan makanan bergizi pada anak di sejumlah wilayah Garut.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.