Share

Restoran Jumbo Terapung yang Ikonis Tenggelam Usai Beroperasi Selama 50 Tahun

Susi Susanti, Okezone · Selasa 21 Juni 2022 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 18 2615264 restoran-jumbo-terapung-yang-ikonis-tenggelam-usai-beroperasi-selama-50-tahun-4JEgST835q.jpg Restoran terapung Hong Kong Tenggelam saat dipindahkan (Foto: AFP)

HONG KONG - Sebuah restoran terapung yang merupakan 'landmark' terkenal Hong Kong telah tenggelam, beberapa hari setelah ditarik dari pelabuhan tempat restoran itu beroperasi selama hampir 50 tahun.

Perusahaan induknya mengatakan Restoran Jumbo terbalik di Laut China Selatan saat dalam perjalanan ke lokasi yang dirahasiakan.

Aberdeen Restaurant Enterprises mengatakan "sangat sedih dengan insiden itu" tetapi tidak ada anggota awak yang terluka.

Pemilik restoran mengatakan insinyur kelautan telah disewa untuk memeriksa restoran terapung sebelum perjalanan, dan "semua persetujuan yang relevan" telah diperoleh.

Awalnya menurut rencana, kapal itu akan tinggal di lokasi yang dirahasiakan sementara menunggu operator baru.

Baca juga: Restoran Terapung, Pilihan Tepat Habiskan Malam

Aberdeen Restaurant Enterprises mengatakan kapal itu tenggelam pada Minggu (19/6/2022) di dekat Kepulauan Paracel setelah "mengalami kondisi buruk" dan mulai kemasukan air.

Baca juga: Restoran Apung di Dubai Antarkan Makanan Menggunakan Jet Ski

"Kedalaman air di tempat kejadian lebih dari 1.000 meter, sehingga sangat sulit untuk melakukan pekerjaan penyelamatan," tambahnya.

Restoran itu tutup pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19 melanda. Lebih dari 3 juta tamu diyakini telah makan masakan Kanton selama bertahun-tahun, termasuk Ratu, Tom Cruise dan Richard Branson.

Restoran ini juga telah tampil di beberapa film - termasuk film Bond - tetapi pandemi memberikan pukulan fatal bagi bisnis karena pengunjung berpaling.

Sementara pandemi adalah tantangan terakhir bagi restoran, restoran itu menghadapi masalah keuangan selama bertahun-tahun.

Operator Melco International Development mengatakan bulan lalu bisnisnya tidak menguntungkan sejak 2013 dan mengalami kerugian besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini