Share

Vaksin Terbatas, Peternak Pakai Ramuan Alternatif Obati Hewan Terkena PMK

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 24 Juni 2022 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 525 2617159 vaksin-terbatas-peternak-pakai-ramuan-alternatif-obati-hewan-terkena-pmk-2wSK3QSrLr.jpg Ayi saat memberi makan sapi ternaknya (foto: MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Peternak sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat khawatir dengan terus merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Terlebih saat ini ketersediaan obat-obatan dan vaksin masih sangat terbatas, sehingga mereka harus ekstra waspada menjaga hewan ternaknya agar tidak terpapar.

Salah satu upaya lainnya yang dicoba adalah pengobatan alternatif. Guna mempercepat kesembuhan ternak yang terinfeksi PMK, peternak di Lembang KBB kini membuat ramuan khusus yang terbuat dari bahan-bahan tradisional.

Bahan-bahan itu terdiri dari perasan jahe, kunyit, jeruk lemon dicampur gula merah, telur serta madu. Hasilnya diklaim cukup berhasil karena sapi yang terserang penyakit mulut bisa sembuh dalam dua hari setelah dicekoki ramuan tersebut.

"Sebelumnya sapi saya gak mau makan sama sekali, setelah diberi ramuan obat alternatif itu, sekarang sudah mulai mau makan," kata peternak sapi perah asal Kampung Cidadap, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Ayi (56), Kamis (23/6/2022).

 BACA JUGA:Update Wabah PMK: 232.549 Hewan Sakit, 75.350 Sembuh, dan 1.333 Ekor Mati

Dikatakannya, dari sembilan ekor sapi miliknya tujuh di antaranya terserang PMK dan sekarang kondisinya berangsur sembuh. Bukan hanya ternak miliknya, tapi hampir semua sapi di Desa Cibodas dan Suntenjaya juga terserang PKM yang jumlahnya mencapai ratusan.

Sebenarnya, ramuan tradisional itu sudah sering dibuat sejak lama dengan tujuan agar stamina dan menjaga kesehatan sapi. Namun sekarang ramuan obat alternatif itu diberi tambahan campuran madu sebagai obat alternatif untuk PMK.

 BACA JUGA:BNPB: Penanganan Wabah PMK seperti Pandemi Covid-19

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Ayi menyebutkan, ramuan itu diberikan sebanyak 4-5 sendok setiap hari hingga sapi benar-benar sembuh. Setelah sembuh peternak harus tetap melakukan perawatan serta memperhatikan kebersihan kandang, jika tidak, sapi bisa kembali terserang PMK.

Sejak wabah PMK merebak di Lembang, hasil perahan susu sapi miliknya merosot hingga 50%. Biasanya hasil perahan pagi 55 liter dan sore 35 liter tapi sekarang turun menjadi 39 liter dan 14 liter.

"Kalau kondisi hewan sakitnya parah produksi susunya bisa lebih berkurang lagi," kata dia. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini