Share

Kisah Tragis Orang-Orang Paling Gemuk di Dunia, Putus dengan Tunangan karena Sepotong Roti hingga Tuduhan Pembunuhan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 01 Juli 2022 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 18 2621342 kisah-tragis-orang-orang-paling-gemuk-di-dunia-putus-dengan-tunangan-karena-sepotong-roti-hingga-tuduhan-pembunuhan-XBXKDKLuT8.jpg Kisah tragis orang-orang gemuk di dunia (Foto: Daily Star)

TEXAS - Kondisi tubuh yang gemuk disebut-sebut memiliki dampak bagi kesehatan yang buruk. Di beberapa negara beberapa orang yang gemuk mengalami kehidupan yang tragis. Misalkan harus berpisah dengan kekasih hanya karena sepotong roti hingga mengalami tuduhan pembunuhan.

Mantan pria paling gemuk di Inggris Matthew Crawford, 37, baru-baru ini meninggal setelah sepsis dan kegagalan organ. Dia memiliki berat 60 stone (381 kg) saat meninggal.

Dia diketahui telah menempati empat tempat tidur rumah sakit selama 18 bulan tinggal di rumah sakit yang berakhir pada 2019. Pria yang dikenal sebagai "Anak Gemuk" sering bersikeras bahwa dia akan menurunkan berat badan.

Tapi sayangnya Matthew kehilangan nyawanya setelah meninggal di rumah perawatan spesialis, dengan satu sumber menyebut kematiannya "tragis."

Baca juga: India Hadapi Masalah Baru, Warganya Semakin Gemuk

Kisah lainnya dialami Paul Mason yang memiliki berat hingga 80 stone (508 kg). Dia berpisah dengan tunangannya setelah perselisihan tentang roti.

Baca juga: Viral Video Para Pria Menggemuk Setelah Menikah, Netizen: Tanda Bahagia

Mason berpisah dengan tunangannya Rebecca Mountain setelah sang pacar melihat "roti besar di lemari es."

"Kami memiliki kesepakatan bahwa kami tidak akan saling menggoda, dia bilang dia bosan dengan apa yang kami makan dan ukuran porsinya lebih dari dua kali lipat,” terang sang pacar Mountain. 

Namun Mason, 61, menuduh bahwa alasan dia membengkak ke ukuran saat ini bukan karena sang kekasih, melainkan karena pelecehan verbal dan fisik yang dia derita dari ayahnya saat tumbuh dewasa.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Mayra Rosales dari Texas, Amerika Serikat (AS) dijuluki "pembunuh setengah ton" dalam sebuah insiden pembunuhan.

Rosales, yang memiliki berat 74 stone (470 kg) mengaku membunuh putra saudara perempuannya Jamie Lee yang berusia dua tahun, Eliseo Jr., setelah jatuh di atasnya dan meremukkannya di bawah tempat tidurnya.

Wanita berusia 41 tahun itu akan dijatuhi hukuman mati tetapi segera terungkap bahwa dia sebenarnya menutupi saudara perempuannya, yang secara fatal memukul anak muda itu dengan sikat rambut.

Rosales mengatakan dia "sudah sekarat" dan "menyerah pada hidup" sehingga memutuskan untuk menyalahkan adiknya, yang akhirnya ditemukan dalam pelarian dua setengah tahun kemudian dan sekarang menjalani hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan tersebut yang menyebabkan cedera pada anak.

Jon Brower Minnoch menghabiskan waktu enam bulan lebih sedikit di rumah sakit daripada Rosales di penjara, menghabiskan dua tahun di ranjang rumah sakit yang dibuat khusus.

Minnoch diyakini sebagai orang terberat yang pernah hidup, dengan berat 100 stone (635 kg). Pria obesitas ini menderita serangan jantung pada 1978 di rumahnya.

Tim tanggap darurat tidak tahu bagaimana mengeluarkan Minnoch dari rumahnya, akhirnya menggunakan tandu improvisasi untuk membawanya ke ranjang rumah sakit ganda.

Minnoch menghabiskan dua tahun di rumah sakit di mana dokter membatasi dia untuk mengonsumsi 1.200 kalori sehari. Lalu dia dipulangkan dibebaskan setelah kehilangan berat badan hingga 66 stone (419 kg).

The Sun melaporkan dia dirawat di rumah sakit lagi pada 1981 setelah beratnya bertambah 14 stone (89 kg). Lalu pada dua tahun kemudian dia meninggal saat usianya 42 tahun.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini