Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertama dalam Sejarah, FBI dan MI5 Kompak Peringatkan Ancaman Besar dari China

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |06:18 WIB
Pertama dalam Sejarah, FBI dan MI5 Kompak Peringatkan Ancaman Besar dari China
FBI dan MI5 kompak memperingatkan ancaman dari China (Foto: UK Pool via ITN)
A
A
A

Wray mengatakan pemerintah China secara langsung ikut campur dalam pemilihan kongres di New York musim semi ini karena mereka tidak ingin kandidat yang merupakan kritikus dan mantan pengunjuk rasa di Lapangan Tiananmen terpilih.

Dia menjelaskan mereka telah melakukannya dengan menyewa seorang detektif swasta untuk menggali informasi yang menghina. Ketika mereka tidak dapat menemukan apa pun, dia mengatakan telah ada upaya untuk membuat kontroversi menggunakan pekerja seks bahkan sebelum menyarankan untuk melakukan kecelakaan mobil.

Wray mengatakan China mengambil "segala macam pelajaran" dari konflik di Ukraina. Ini termasuk mencoba untuk melindungi diri dari sanksi masa depan dari jenis yang telah menghantam Rusia. Jika China benar-benar menginvasi Taiwan, gangguan ekonomi akan jauh lebih besar daripada yang terlihat tahun ini, katanya, dengan investasi barat di China menjadi "sandera" dan rantai pasokan terganggu.

"Saya tidak punya alasan untuk berpikir bahwa minat mereka di Taiwan telah berkurang dengan cara apa pun," kata direktur FBI itu kepada wartawan setelah pidatonya.

"China sudah terlalu lama dianggap sebagai prioritas tertinggi kedua semua orang," terang Wray.

“Mereka tidak lagi berada di bawah radar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MI5 Ken McCallum mengatakan bahwa dinasnya telah bekerja lebih dari dua kali lipat melawan aktivitas China dalam tiga tahun terakhir dan akan menggandakannya lagi.

MI5 sekarang menjalankan tujuh kali lebih banyak investigasi terkait kegiatan Partai Komunis China dibandingkan tahun 2018.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement