Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Letak Istana Kerajaan Singasari, Berada di Pertemuan 2 Sungai

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |08:47 WIB
Misteri Letak Istana Kerajaan Singasari, Berada di Pertemuan 2 Sungai
Arca Dwarapala peninggalan Kerajaan Singasara. (MNC Portal/Avirista Midaada)
A
A
A

MALANG - Kerajaan Singasari menjadi salah satu kerajaan besar di masanya. Kerajaan ini konon memiliki ibu kota dengan sebuah benteng pertahanan yang kokoh untuk membendung lawannya.

Muncul pertanyaan, di manakah letak ibu kota Kerajaan Singasari yang sudah lenyap itu? Arkeolog memberikan bocoran perkiraan lokasi ibu kota sekaligus istana nan kokoh dari Kerajaan Singasari.

Arkeolog Universitas Negeri Malang (UM), Ismail Lutfi mengungkapkan, wilayah di Kutobedah, yang kini masuk wilayah Kelurahan Kotalama, Kota Malang menjadi ibu kota Kerajaan Singasari di masa lalu. Hal ini berdasarkan bukti sejarah baik dari arkeologis, toponimi, dan kajian di tempat yang diduga kuat ibu kota tersebut.

"Dugaan terkuat secara arkeologis toponimi dan penyelaman di tempatnya itu di Kutobedah," ucap Lutfi kepada MNC Portal, pada Kamis (7/7/2022) pagi.

Ia menjelaskan, dari interpretasi dari naskah Kakawin Negarakertagama lokasi Kutobedah cocok dengan penjelasan kitab karangan Mpu Prapanca ini. Pasalnya di Kutobedah terdapat dua sungai besar dan adanya dugaan benteng yang berdiri di sisi utara sungai.

"Itu merupakan tempuran dua sungai besar, jadi sangat aman, musuh dari barat tertahan sungai, dari selatan tertahan sungai, dari timur tertahan sungai, tinggal yang terbuka dari utara. Dan di sana ada dugaan sisa bentengnya. Ibu kota dugaan kuat di sana," tuturnya.

Hal ini juga diperkuat cerita dari masyarakat, adanya sebuah dinding yang bedah menganga secara toponimi. Dari sanalah akhirnya wilayah tersebut kini berubah nama menjadi kawasan Kutobedah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement