Share

Proyek Ambisius Gaia, yang Ingin Memetakan Galaksi Bima Sakti hingga Merekam Gempa Bintang

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 09 Juli 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 18 2626358 proyek-ambisius-gaia-yang-ingin-memetakan-galaksi-bima-sakti-hingga-merekam-gempa-bintang-GD1u1sIJrO.jpg Ilustrasi/ Foto: CMSA

JAKARTA - Para astronom tengah mengembangkan sebuah proyek ambisius bernama Gaia. Dengan menggunakan teleskop Gaia miliki Badan Antariksa Eropa (ESA), para astronom mengkaji miliaran bintang di antariksa.

Dilansir dari DW, misi Gaia adalah untuk memetakan galaksi Bima Sakti dalam format tiga dimensi dan dalam prosesnya mengungkapkan komposisi, pembentukan, dan evolusi Galaksi.

 BACA JUGA:Dapat Hewan Kurban dari MNC Peduli dan Perindo, Polres Jaksel: Luar Biasa Partisipasinya

Gaia telah mengungkapkan, ada hampir 10 kali lebih banyak asteroid daripada yang kita duga di tata surya. Kita sekarang tahu lebih banyak tentang sifat fisikanya berupa bentuk, ukuran, warna, dan pergerakan dari lebih 60.000 asteroid.

Informasi ini dapat memberikan pemahaman baru, tentang apa yang membentuk tata surya dan bagaimana evolusi yang terjadi dari waktu ke waktu.

 BACA JUGA:Ketika Anies, Prabowo dan Airlangga Berbincang Hangat saat Opening Ceremony Park Hyatt Jakarta

Gaia telah mengidentifikasi setidaknya 2 miliar objek di galaksi Bima Sakti. Dengan data ketiga dan terbesar yang dirilis pada 13 Juni 2022, para ilmuwan dapat mulai mendeskripsikan, apa yang sebenarnya mereka lihat, karena sekarang mereka bisa melihat warna cahaya yang dipancarkan oleh berbagai bintang.

Bagi para astronom, hal ini seperti orang buta warna yang baru pertama kali melihat warna.

Informasi radiasi warna dari bintang-bintang yang ditangkap oleh Gaia, bisa menjelaskan banyak hal. Pertama, warna bintang menunjukkan logam atau gas apa yang membuat suatu bintang mengeluarkan warna tertentu.

Sebuah bintang memancarkan warna yang berbeda tergantung pada unsur-unsurnya.

Gaia menggunakan proses yang disebut spektroskopi, yang membuat analisis antara matrial bersangkutan dengan inti warna yang dipancarkannya. Ini memberi kita identitas galaksi.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Kedua, berdasarkan warna-warna ini, kita dapat merujuk ke bintang-bintang yang mungkin berasal dari wilayah yang sama. Itu berarti kita dapat melihat ke masa lalu, dan memahami bagaimana berbagai populasi bintang muncul dari waktu ke waktu dan bagaimana bintang dapat terbentuk di masa depan.

 BACA JUGA:320 Orang dari Ponpes Ashiddiqiyah Masih Diamankan Terkait Penangkapan Bechi Tersangka Cabul

Amatan Gaia terhadap Bima Sakti luas

Banyak teleskop ruang angkasa mengamati jangkauan yang sudah ditetapkan. Tetapi Gaia memiliki salah satu cakupan terluas pengamatan antariksa.

Gaia berada di orbitnya sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi, dalam apa yang disebut "arah anti-Matahari". Teleskop ini mengorbit matahari bersama-sama dengan Bumi, sambil memalingkan muka dari matahari.

Ia melakukan rotasi dengan sudut 45 derajat dan berputar di sekitar sumbu vertikalnya sendiri setiap enam jam. Itu memberi Gaia salah satu bidang penglihatan terluas yang dimiliki astronom untuk mengkaji Bima Sakti.

Merekam bintang tercepat di galaksi

Gaia dapat mengamati galaksi dalam enam dimensi ruang dan kecepatan. Ini memungkinkan para astronom untuk melacak kecepatan sekitar 33 juta bintang dan mendeteksi apakah mereka bergerak mendekat atau menjauh dari tata surya kita.

Manajer Misi Gaia, Uwe Lammers, mengatakan informasi ini dapat memberikan pemahaman baru tentang pembentukan dan sejarah matahari dan tata surya itu sendiri.

 BACA JUGA:Temuan Peneliti Antariksa yang Merevolusi Pemahaman Kita Akan Galaksi

Melihat gempa bintang

Apakah ada gempa di bintang-bintang? Nah, Gaia dapat mengamati turbulensi seperti tsunami di permukaan matahari untuk mengidentifikasi apa yang disebut gempa bintang.

Gempa ini diamati melalui "kedipan" bintang dan riak gelombang yang dilepaskan saat gempa terjadi dan kemudian diubah menjadi suara. Mempelajari tentang getaran bintang ini, telah membantu para astronom lebih memahami apa yang terjadi di dalam bintang. Ini memberi kita gambaran tentang usia dan ukuran bintang.

Dalam rilis data berikutnya dari Gaia, para ilmuwan berharap dapat melihat detail lebih dari 20.000 exoplanet raksasa. Ini akan diperoleh dengan mengukur efek gravitasi mereka pada pergerakan bintang induknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini