Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapten Kabur Tinggalkan Penumpang Setelah Pesawatnya Terbakar

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 25 Juli 2022 |12:22 WIB
Kapten Kabur Tinggalkan Penumpang Setelah Pesawatnya Terbakar
Insiden itu membuat para penumpang terkejut dan marah.
A
A
A

BARCELONA - Seorang kapten melarikan diri dari pesawatnya yang terbakar, meninggalkan para penumpang yang terkejut di dalam. Insiden itu menyebabkan kekacauan di pesawat yang tengah bersiap tinggal landas dari Barcelona, Spanyol.

Dilaporkan The Sun, kapten segera berlari keluar setelah mendengar suara ledakan keras di bagian belakang pesawat. Beberapa saat kemudian tercium baru terbakar dan asap mulai memenuhi kabin pesawat maskapai Spanyol, Vueling.

BACA JUGA: Cerita Kepanikan Penumpang Costa Concordia

Saat pramugari yang panik berlari ke atas dan ke bawah lorong, para penumpang menyaksikan dengan kaget saat pilot berlari keluar dari kokpit, membuka pintu samping dan berlari keluar dari pesawat tanpa henti.

“Itu benar-benar mengejutkan,” kata Andrew Benion, (50), salah seorang penumpang.

“Hampir semua orang di pesawat adalah orang Inggris dan semua orang mengenakan sabuk pengaman.

“Tiba-tiba terdengar ledakan besar dan bau asap terbakar dari bagian belakang pesawat. Semua lampu padam dan lampu darurat menyala - itu menakutkan.”

Benion mengatakan bahwa situasi itu membuat para pramugari panik dan berlarian, meminta semua penumpang melepas sabuk pengaman mereka. Salah seorang pramugari kemudian berlari ke kokpit untuk memberi tahu kapten.

BACA JUGA: Ngeri! Pesawat Ini Mendarat dalam Kondisi Roda Terbakar, Penumpang Panik Hanya Bisa Pasrah

“Kemudian begitu seorang pramugari membuka pintu depan, kapten langsung lari. Dia pergi bergitu saja. Dia pertama kali turun dari pesawat,” kata Benion.

Benion mengatakan bahwa tindakan kapten itu seperti yang terjadi di Costa Concordia, referensi untuk kapten kapal pesiar Italia yang meninggalkan kapalnya saat tenggelam pada 2012, dengan bencana yang mengakibatkan 32 kematian.

Insinyur pipa dari Telford, Shropshire, Benion, terbang pulang dari pelayaran Mediterania untuk merayakan ke-50 bersama istrinya Clare, 46, pada Kamis, (21/7/2022).

Setelah berangkat dari Roma, pasangan itu berlabuh di Barcelona dan mengambil penerbangan Vueling VY8754 ke Birmingham setelah penerbangan asli mereka dibatalkan.

“Jelas, kami benar-benar panik. Kami turun dari pesawat dan semua mobil pemadam kebakaran dan ambulans datang,” kata Benion.

Menurut Benion, para penumpang kemudian dibawa ke area penerimaan kaca yang dikelilingi polisi.

“Mereka bertindak seolah-olah ada serangan teroris,” ujarnya.

Setelah satu jam, para penumpang dibawa ke pesawat lain dan ditinggalkan di sana selama 980 menit sementara pesawat itu mengisi bahan bakar.

“Kapten yang berbeda kemudian muncul di pesawat dan meminta maaf tetapi menolak untuk menjelaskan secara rinci,” kata Benion.

"Dia hanya berkata, 'Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini - kami akan membawa Anda kembali ke Birmingham sesegera mungkin'.

Belum ada komentar dari Vueling mengenai insiden ini.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement