Perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan dalam masa pemerintahan Hamengkubuwono IX. Tertulis dalam jurnal milik Rudi Hariyanto, dkk yang berjudul “Peranan Sultan Hamengkubuwono IX dalam Menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II,” Hamengkubuwono IX merupakan sosok pemimpin yang penting dalam membangun hubungan antara Pemerintah RI dengan Kerajaan Belanda pada saat pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949.
4. Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir merupakan tokoh yang memiliki kontribusi sangat besar untuk keberhasilan perjuangan diplomasi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya upaya diplomasi yang berhasil ia lakukan sehingga juga menciptakan hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara lainnya.
Adapun keunikan dari diplomasi yang Sutan Sjahrir lakukan adalah adanya pendekatan atas nilai-nilai humanisme dan demokratis dalam diplomasinya.
Salah satu diplomasinya yang terkenal adalah diplomasi beras. Diplomasi ini dilakukan pada tahun 1946 dan bertujuan untuk membantu masyarakat India yang sedang mengalami kelaparan.
Selain meringankan permasalahan kelaparan di India, Indonesia memperoleh hasil lain dari diplomasi ini yaitu Indonesia mendapatkan rasa simpati masyarakat India atas perjuangan kemerdekaan Indonesia.
5. Mohammad Roem
Meskipun kiprahnya tidak terlalu menonjol seperti tokoh lainnya, Mohammad Roem juga merupakan tokoh penting perjuangan diplomasi Indonesia. Banyak upaya diplomasi yang pernah ia lakukan, di antaranya adalah menjadi ketua delegasi di perundingan Roem-Royen, anggota delegasi RI dalam perundingan Linggarjati, dan anggota delegasi RI dalam perundingan Renville.
Dalam perundingan-perundingan tersebut, Mohammad Roem selalu mengupayakan hak-hak Indonesia, termasuk menghimpun dukungan dari negara-negara lain atas kemerdekaan yang telah diproklamirkan Indonesia.