JAKARTA - Dalam peperangan, terdapat sosok panglima perang yang memimpin pasukan guna menembus pertahanan lawan. Seorang panglima perang dituntut untuk membuat strategi agar berhasil dalam penaklukannya. Berikut beberapa panglima perang di dunia yang ditakuti musuh.
BACA JUGA:Malang Gempar! Dua Jasad Ditemukan Dalam Sebuah Rumah, Satu Tinggal Kerangka
Genghis Khan
Kekaisaran Mongol, dipelopori oleh Genghis Khan, dapat menaklukkan sebagian besar Asia pada abad ke-13 dan ke-14. Kekaisaran Mongol berhasil mengalahkan kekuatan militer dari China hingga Eropa Timur.
Genghis Khan memang dikenal sebagai jenderal yang piawai dalam perang. Ia juga dianggap sebagai panglima perang yang ditakuti. Hal ini lantaran Genghis Khan dan prajuritnya kerap melakukan pembantaian. Ekspansi militer yang dilakukan Genghis Khan pada masanya telah memakan banyak korban.
BACA JUGA:Kisah Konstantinopel Ditaklukkan Pemuda Muslim 19 Tahun Bernama Muhammad Al Fatih
Muhammad Al Fatih
Penaklukan Konstantinopel dilakukan oleh Kekhalifahan Turki Utsmani di bawah kepemimpinan Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmed II dengan mengalahkan Kekaisaran Romawi Timur pada 1453.
Sultan Mehmed II adalah sultan ketujuh dari Dinasti Turki Utsmani. Ia mulai berkuasa pada tahun 1451 ketika umurnya 20 tahun. Dua tahun setelah berkuasa, ia dapat menaklukkan Konstantinopel. Sultan Mehmed II ini pun diberi gelar Al Fatih lantaran popularitasnya sebagai penakluk.
Napoleon Bonaparte
Napoleon Bonaparte dikenal sebagai pemimpin perang yang andal. Pria kelahiran 15 Agustus 1769 ini menanjak kariernya ketika Revolusi Prancis. Berkat penyerangan yang dipimpinnya selama Revolusi Prancis pada 1789 serta Perang Napoleon tahun 1803, membuat Prancis berhasil mendominasi Eropa selama satu dekade.
Selain itu, Bonaparte mampu menghabisi musuh-musuh dalam selimut yang dapat membahayakan koalisi.
BACA JUGA:Sampah Antariksa Seberat 20 Ton Jatuh di Samudera Hindia, Serpihannya Melewati Malaysia
Salahuddin Ayyubi
Salahuddin Ayyubi atau lebih dikenal Saladin adalah Sultan Mesir serta pendiri Dinasti Ayyubiyah. Ia juga merupakan pemimpin militer dan politik Islam yang menjabat sebagai sultan serta memimpin pasukan Islam selama Perang Salib.
Kemenangan yang telah diraih oleh Saladin atas Tentara Salib Eropa terjadi pada pertempuran Hittin pada 1187. Hal ini yang membuka jalan untuk kembali masuknya Islam di Yerusalem.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.