Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemenag Kabupaten Tangerang Angkat Bicara Usai Insiden Perkelahian Berujung Kematian di Pesantren

Isty Maulidya , Jurnalis-Senin, 08 Agustus 2022 |18:56 WIB
Kemenag Kabupaten Tangerang Angkat Bicara Usai Insiden Perkelahian Berujung Kematian di Pesantren
Santri yang diduga tewas dianiaya temannya/ Foto: Nandha Aprilia
A
A
A

TANGERANG - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang angkat bicara usai insiden perkelahian yang menyebabkan satu santri di Kabupaten Tangerang meninggal dunia. Pihak Kemenag meminta agar pengurus pesantren meningkatkan pengawasan terhadap kondisi pergaulan di lingkungan ponpes.

 BACA JUGA:Partai Perindo Kota Singkawang Targetkan 4 Kursi Legislatif di Pileg 2024

"Kami tadi sudah ke pesantrennya untuk mendapatkan keterangan langsung dari pihak pesantren. Intinya dari semua keterangan, kami minta agar ustaznya lebih bisa meningkatkan pengawasan," kata Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Tangerang, Joni Juhaemin, Senin (8/8/2022).

Tak hanya itu, Kemenag juga meminta agar pengurus pesantren memasang kamera CCTV di setiap lokasi pesantren. Hal ini dimaksudkan agar pihak pesantren mengetahui kejadian di dalam kamar para santri.

 BACA JUGA:Makam Keramat di Joglo Jakbar Jadi Sasaran Aksi Vandalisme

"Tiap kamar itu ada ustaz pengawasnya, jadi selain peningkatan itu, kita juga minta untuk dipasang CCTV agar hal-hal seperti ini bisa diantisipasi," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya diketahui bahwa polisi menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh BD (15), seorang santri di salah satu pondok pesantren Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

BD ditemukan meninggal dunia di kamarnya usai terlibat perkelahian dengan seorang temannya pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement