Share

Khawatir Pasokan dan Kenaikan Harga, Myanmar Akan Impor BBM dari Rusia

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 18 2650838 khawatir-pasokan-dan-kenaikan-harga-myanmar-akan-impor-bbm-dari-rusia-XaJswGIa7o.jpg Kepala junta militer menegaskan Myanmar akan mengimpor bensin dan BBM dari Rusia (Foto: AP)

MYANMAR - Juru bicara junta militer mengatakan Myanmar yang dikuasai militer berencana mengimpor bensin dan bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia untuk meredakan kekhawatiran pasokan dan kenaikan harga. Ini dilakukan Myanmar di tengah krisis energi global.

"Kami telah menerima izin untuk mengimpor bensin dari Rusia," kata juru bicara militer Zaw Min Tun dalam konferensi pers pada Rabu (17/8/2022), dikutip CNN. Dia menambahkan impor itu dipilih karena masalah kualitas dan biaya rendah.Menurut media, pengiriman BBM akan mulai tiba pada September mendatang.

Zaw mengatakan Kepala junta Min Aung Hlaing membahas minyak dan gas selama perjalanan ke Rusia bulan lalu. Saat ini Myanmar mengimpor bahan bakarnya melalui Singapura.

Dia menjelaskan Myanmar akan mempertimbangkan eksplorasi minyak bersama di Myanmar dengan Rusia dan China.

Baca juga: Tak Bisa Berkutik, Warga Myanmar Diawasi 24 Jam oleh Junta Militer Lewat CCTV

Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan di sebuah surat kabar pemerintah pada Rabu (17/8/2022), militer telah membentuk Komite Pembelian Minyak Rusia yang dipimpin oleh sekutu dekat Min Aung Hlaing untuk mengawasi pembelian, impor, dan pengangkutan bahan bakar dengan harga yang wajar berdasarkan kebutuhan Myanmar.

Baca juga: Peringati Tahun Baru, Junta Myanmar Bebaskan 1.600 Tahanan

Selain gejolak politik dan kerusuhan sipil, Myanmar telah terpukul keras oleh harga bahan bakar yang tinggi dan pemadaman listrik, mendorong kepemimpinan militernya untuk beralih ke impor bahan bakar minyak yang dapat digunakan di pembangkit listrik.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Harga bensin telah melonjak sekitar 350% sejak kudeta pada Februari tahun lalu menjadi 2.300-2.700 kyat (sekitar USD1 atau Rp14.800) per liter.

Dalam seminggu terakhir, pompa bensin telah ditutup di berbagai bagian negara itu karena kekurangan. Rusia juga merupakan pemasok utama senjata bagi militer Myanmar.

Seperti diketahui, negara Asia Tenggara itu telah mempertahankan hubungan persahabatan dengan Rusia, bahkan ketika keduanya tetap berada di bawah serangkaian sanksi dari negara-negara Barat -- Myanmar atas kudeta militer yang menggulingkan pemerintah terpilih tahun lalu, dan Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus."

Adapun Rusia sedang mencari pelanggan baru untuk energinya di kawasan itu karena tujuan ekspor terbesarnya, Eropa, akan memberlakukan embargo terhadap minyak Rusia secara bertahap akhir tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini