Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Pejuang Indonesia yang Tertangkap dan Dieksekusi Belanda, Nomor 3 Keturunan Korea

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Jum'at, 19 Agustus 2022 |08:05 WIB
4 Pejuang Indonesia yang Tertangkap dan Dieksekusi Belanda, Nomor 3 Keturunan Korea
Patung Robert Wolter Mongosidi/Foto: Okezone
A
A
A

TIDAK melulu mulus, perjuangan para pahlawan Indonesia demi meraih dan mempertahankan Indonesia pasti menemukan hambatan. Banyak dari mereka yang kemudian tertangkap tentara Belanda, bahkan hingga dieksekusi mati.

(Baca juga: Gelora Robert Wolter Mongisidi: Biarkan Peluru Belanda Menembus Dadaku, Merdeka!)

1. Pocut Baren

Nama Pocut Baren terkenal sebagai pejuang perempuan asal Aceh yang setia mendampingi Cut Nyak Dhien dalam perjuangan melawan Belanda. Perempuan yang juga terkenal sebagai ulama dan panglima perang itu lahir di Kabupaten Aceh Barat pada 1880. Pocut mempunyai banyak pasukan atau pengikut dalam gerilyanya bersama Cut Nyak Dhien.

Di tengah perlawanannya itu, kaki Pocut terkena timah panas tentara Belanda. Ia lantas dibawa dan ditahan di Kutaraja. Meskipun begitu, anak-anak buah Pocut tetap semangat melakukan perjuangan. Sementara itu, Pocut tidak mendapat perawatan maksimal kala berada di dalam tahanan. Karenanya, kaki Pocut terpaksa diamputasi lantaran membusuk.

2. Opu Daeng Risadju

Pejuang Indonesia selanjutnya yang juga berhasil tertangkap Belanda adalah Famajjah atau yang lebih dikenal dengan nama Opu Daeng Risadju. Perempuan asal Palopo, Sulawesi Selatan ini aktif melakukan perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan kala NICA mendarat di Sulsel. Dirinya tercatat membantu dan memobilisasi pata pejuang muda untuk melakukan perlawanan terhadap NICA, hingga akhirnya tentara tersebut kerepotan.

Setelahnya, NICA menyadari bahwa Opu Daeng Risadju adalah orang yang membuat pihaknya kewalahan dan langsung berencana menangkap Opu Daeng Risadju namun tak pernah berhasil. NICA bahkan melakukan sayembara dengan menyediahkan hadiah bagi siapapun yang berhasil menangkap Opu Daeng Risadju, akan tetapi tetap saja tidak ada yang menggubris.

Sayangnya, lambat laun NICA mengetahui keberadaan Opu Daeng Risadju dan berhasil menangkapnya. Ia dibawa ke penjara Bone, lalu dipindahkan ke Sengkan, dan dipindahkan lagi ke Bajo. Di sana, Opu Daeng Risadju mendapat siksaan dari Ladu Kalapita, Kepala Distrik Bajo sampai mengalami tuli seumur hidupnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement