“Kita ada warung stop stunting di setiap kelurahan. Tempatnya di Lapak UMKM. Setiap minggu ada paket makanan bergizi. Mulai dari beras, telur, daging, buah, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Penanggulangan stunting di Kota Madiun. (Foto: Pemkot Madiun)
Keluarga yang terdata tersebut akan mendapatkan voucher untuk ditukar paket bergizi tadi. Selain itu, juga dilakukan pengecekan berkala di Posyandu. Berat dan tinggi badan bayi dicek untuk melihat perkembangan. Wali kota juga menginstruksikan sekolah tingkat PAUD untuk menyediakan permainan yang dapat merangsang penambahan tinggi badan anak.
"Apakah ada kelas berenang atau permainan gelantungan harus ada. Semua harus ikut menekan stunting ini," ujarnya.
Wali kota menambahkan tak terkecuali pada ibu hamil. Pemberian paket bergizi juga diberikan pada ibu hamil dan dilakukan pengecekan berkala. Stunting memang bisa diakibatkan dari saat kehamilan. Karenanya, perlu dilakukan langkah pencegahan. Pemerintah setidaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,4 miliar untuk penanganan stunting tersebut.
"Ada di lokasi lapak sekalian untuk memberikan pemahaman kepada pelaku lapak terkait bahan makanan seimbang yang dibutuhkan untuk penanganan stunting," tuturnya.
(Agustina Wulandari )