Ini adalah cerita tentang masa lalu yang penting untuk masa depan, katanya. "Keyakinan batin saya mengatakan bahwa saya harus menangkap ini, menaruhnya di buku, dan menulis ceritanya," katanya seperti dilansir dari BBC, Kamis (1/9/2022).
Potret dan tulisan yang ditangkap Gjelstad menceritakan kisah sebuah tempat yang kental dengan tradisi lagu-lagu Kalevala-meter (sebuah tradisi lisan cerita musikal kuno), pakaian tenun dan bordir berwarna cerah, serta kemampuan perempuan untuk melakukan segala sesuatu mulai dari memperbaiki motor hingga merawat ternak dan tanaman.
Dalam kisah ini terungkap pula perjuangan mereka bertahan hidup di tengah ancaman akan masa depan.
Melewati cuaca buruk yang sering menghantam dan 50 tahun pendudukan Uni Soviet, tradisi matriarkal di Kihnu masih dapat bertahan.
Tetapi merantaunya generasi muda mencari lebih banyak peluang di luar pulau sekarang membahayakan budaya pulau yang unik ini.
Meskipun pariwisata musiman tumbuh subur karena para pengunjung yang penasaran untuk belajar tentang kekayaan tradisi Kihnu dan menyediakan jalur kehidupan yang sangat dibutuhkan pulau itu, populasi asli pulau ini terus menyusut seiring bertambahnya usia.
Secara turun-temurun, cara Kihnu telah diwariskan melalui garis perempuan.
Tetapi dengan setiap pemakaman, dan benang budaya yang terurai merajut baju biru, dalam bukunya Gjelstad menuliskan bahwa budaya matriarki itu terancam punah.
(Nanda Aria)