JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mempersilakan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini merespon adanya aksi turun ke jalan atau demo penolakan kenaikan harga BBM di berbagai daerah.
Wapres pun menegaskan bahwa demo merupakan bagian dari demokrasi untuk menyalurkan aspirasi. “Demo ya saya kira kita semua paham di negara demokrasi, aspirasi itu kan boleh disalurkan karena itu demo tentu bagian daripada demokrasi,” tegasnya dalam keterangan resmi di sela kunjungan kerja di Sumatera Selatan, Rabu 7 September 2022.
Meski begitu, Wapres meminta agar dalam penyaluran aspirasi itu tidak anarkis, tidak menimbulkan kekacauan, dan juga menimbulkan kegaduhan.
“Tetapi yang kita harapkan tidak anarkis, tidak menimbulkan kekacauan, tidak menimbulkan kegaduhan ya disampaikan secara wajar saja apa yang menjadi aspirasinya,” pinta Wapres.
BACA JUGA:BLT BBM Cair, Wapres Bicara Kemiskinan
Wapres mengatakan bahwa pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyalurkan aspirasi namun masih dalam aturan-aturan yang berlaku. “Jadi pemerintah tentu memberikan kesempatan dalam aturan-aturan yang ada yang kita sepakati.”
Sebelumnya, pemerintah telah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu 3 September 2022 lalu. Dimana Pertalite dari Rp 7.650/lt menjadi Rp 10.000 ribu/lt kemudian, solar subsidi dari Rp 5.150/lt menjadi Rp 6.800/lt. pertamax non subsidi dari Rp 12.500/lt menjadi Rp 14.500/lt.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.