Share

Dua Bandar Judi Togel di Sukabumi Divonis 1,5 Tahun Penjara

Dharmawan Hadi, iNews · Jum'at 09 September 2022 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 525 2664419 dua-bandar-judi-togel-di-sukabumi-divonis-1-5-tahun-penjara-YbqTNrEpsE.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

SUKABUMI - Dua bandar judi online jenis toto gelap (togel) divonis 1,5 tahun kurungan penjara. Pria yang berinisial BI (37) dan NN (35) ditangkap di wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, tempat keduanya melakukan operasi kegiatan perjudian tersebut.

Kasubsi Penuntutan Bidang Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Dhiki Kurnia mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah jajaran Polres Sukabumi mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di wilayah Kecamatan Sagaranten ramai aktivitas judi online togel.

"Setelah diselidiki, akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap dua pelaku pada Juni 2022 di wilayah Kecamatan Sagaranten. Keduanya dalam menjalankan aksinya dengan cara menarik uang dari para pemasang nomor, mulai dari 2 angka atau 3 angka hingga 4 angka dengan taruhan uang mulai Rp1.000 hingga Rp4.000," ujar Dhiki kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (9/9/2022).

Setelah itu, lanjut Dhiki, kedua pelaku tersebut menginput nomor taruhan dari para pemasang secara online melalui situs online, yang lokasi servernya berada di Hongkong. Setelah diinput, pada malam harinya keluar nomor dari server yang ada di Hongkong.

"Apabila dapat keluar angkanya sesuai yang dipasang, maka si pemasang tersebut mendapat jatah 30 persen dari uang kemenanganya tersebut. Sementara, 70 persennya diberikan kepada si pemasang," jelas Dhiki.

Lalu pada bulan Juli 2022, ujar Dhiki, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi mendapatkan laporan berikut berkas soal kasus tindak pidana perjudian tersebut, dengan barang bukti handphone yang digunakan untuk input nomor serta ATM yang digunakan untuk transaksi deposit.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Setelah melakukan serangkaian kegiatan, akhirnya pada Selasa (6/9/2022) dibacakan putusan majelis hakim dan mereka dijerat Pasal 303 HUHPidana dengan vonis kurungan penjara 1,5 tahun.

"Para terdakwa telah menerima putusan tersebut dan oleh karena para terdakwa menerima serta kami juga selaku PJU menerima putusan tersebut. Jadi perkara secara kekuatan hukum sudah inkrah dan bisa langsung dilakukan eksekusi," ujar Dhiki.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini