"Kita perlu mengoptimalisasi pembangunan sektor pariwisata khususnya dari sisi Amenitas, Aksesibilitas dan Atraksi, yang mana sumber dananya tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD saja, tapi tentunya juga dari investasi baik dalam negeri maupun asing. Sejauh ini realisasi investasi di sektor Parekraf adalah sebesar Rp5,31 triliun pada tahun 2020 hingga triwulan 1 2022," ucap Luhut, Jumat (9/92/2022).
Luhut berharap agar melalui forum ini, terjadi peningkatan investasi di 5 DPSP di Indonesia, yaitu Likupang, Borobudur, Danau Toba, Mandalika dan Labuan Bajo.
Peserta Forum Investasi Labuan Bajo ini terdiri atas 130 peserta offline dan 100 peserta online.
Para peserta terdiri dari penanam modal baik dari dalam maupun luar negeri, asosiasi usaha dalam dan luar negeri, kementerian dan lembaga terkait, perwakilan Pemda, serta perwakilan kedutaan RI di luar negeri, dan pemerintah asing di Indonesia.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa industri pariwisata merupakan sektor yang paling besar mendapat dampak dari pandemi Covid-19.
Industri pariwisata berkontributor besar dalam penciptaan lapangan kerja, sehingga dia mendorong investor agar menanamkan modalnya di 5 DPSP.
“Saya tidak segan-segan meyakinkan bahwa di Indonesia banyak tempat-tempat wisata yang bisa dituju dan memiliki alam yang bagus. Kami ingin tidak hanya Bali saja, namun daerah lainnya juga berkembang. Saya yakinkan investor bahwa Indonesia merupakan tujuan pariwisata dunia," ucap Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina menjelaskan, investasi di 5 DPSP menggunakan Indikator Quality Tourism yang menjamin keberlanjutan destinasi.
Dia menerangkan jika tolak ukur pengembangan 5 DPSP yakni antara supply dan demand harus saling memberi pengaruh positif satu sama lain.