BANDUNG – Pemerintah telah resmi mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), sehingga menyebabkan penyesuaian harga Solar, Pertalite, hingga Pertamax. Hal ini membuat warga protes dan mahasiswa melakukan unjuk rasa di sejumlah tempat imbas kenaikan BBM.
Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, dirinya memahami keresahan masyarakat akibat kenaikan harga BBM. Namun, ia meminta warga untuk tetap menaati keputusan pemerintah pusat.
(Baca juga: Heboh Toa Masjid dan Gonggongan Anjing, Ini Pernyataan Menohok Wagub Jabar)
“Yakinlah keputusan pemerintah untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Kebijakan dan kebijaksanaan pemerintah diutamakan untuk kemaslahatan rakyat, kebaikan bangsa dan negara bahkan agama,” tegas Uu, Minggu (11/9/2022).
“Kebijakan yang dianggap pahit oleh masyarakat itu pun harus dipahami karena ada kepentingan yang lebih besar untuk keutuhan bangsa dan negara ini,” tambahnya.
Penyesuaian harga BBM diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui konferensi pers pada Sabtu (3/9). Presiden menjelaskan, subsidi BBM terus meningkat sementara lebih dari 70 persen subsidi dinilai tidak tepat sasaran.
Pemerintah pun mengalihkan subsidi BBM untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) agar lebih tepat sasaran dan menyiapkan bantuan lainnya.
“Jelas keutuhan bangsa dan negara itu adalah tanggung jawab kita bersama bukan tanggung jawab pemerintah saja. Karenanya, kenaikan BBM ini adalah salah satu keputusan yang dianggap terbaik dalam menghadapi situasi dan kondisi seperti hari ini,” imbuh Pak Uu.
“ Penyesuaian harga BBM merupakan salah satu instrumen APBN untuk menstabilkan skala negara,” katanya.
Uu juga menegaskan, yang terpenting adalah pembangunan negara dan bangsa tidak terabaikan dan tidak terhenti, sehingga kebutuhan hidup masyarakat tetap terpenuhi.