Media melaporkan pada Agustus lalu bahwa sebuah sepeda mewah bermerek Hermes dijual dengan harga 165.000 yuan (Rp353,98 juta).
"Mayoritas pegowes rela berbelanja secara royal," kata platform perdagangan daring JD.com bulan lalu.
JD.com mengatakan penjualan sepeda balap di platform mereka meningkat lebih dari 100 persen dari Juni hingga Agustus ketimbang periode yang sama tahun lalu, sementara penjualan pakaian bersepeda melonjak 160 persen.
China telah lama dikenal sebagai negara pecinta sepeda dan pernah dijuluki "kerajaan sepeda".
Selama berpuluh-puluh tahun, sepeda buatan lokal seperti Flying Pigeon memenuhi jalan-jalan di China.
Ketika kelas menengah beralih ke mobil, naik sepeda kemudian dianggap kampungan.
Namun, produsen sepeda merasakan kembali kejayaan mereka pada 2014 ketika perusahaan penyewaan sepeda (bike-sharing) seperti Mobike dan Ofo muncul dengan armada mereka dan menawarkan jasa dengan tarif murah mulai 1 yuan.
Zhou, seperti kebanyakan pegowes lain, mengatakan dia bersepeda agar tubuhnya tetap bugar.
Covid-19 dan penguncian wilayah (lockdown) juga menaikkan minat bersepeda di jalan-jalan.