JAKARTA - Laksamana Malahayati yang dikenal juga dengan Keumalahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.
Ayahnya bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah. Demikian dilansir dari Perpusnas, Rabu (14/9/2022).
Kiprahnya di medan perang sangat mentereng. Walau begitu, Laksamana Malahayati tidak hanya cakap di medan perang. Ia juga melakukan perundingan damai mewakili Sultan Aceh dengan pihak Belanda.
Perundingan itu adalah upaya Belanda untuk melepaskan Frederick de Houtman yang ditangkap oleh Laksamana Malahayati. Perdamaian itu terwujud. Frederick de Houtman dilepaskan namun Belanda harus membayar ganti rugi kepada Kesultanan Aceh.
Laksamana Malahayati juga menjadi orang yang menerima James Lancaster, duta utusan Ratu Elizabeth I dari Inggris. Melalui surat yang diantar Lancaster, Ratu Elizabeth I meminta izin untuk berdagang di Serambi Mekah, sekaligus memohon perlindungan.
Elizabeth I merupakan salah satu petinggi kerajaan Inggris yang terkenal. Pasalnya ia dikenal sebagai “Sang Ratu Perawan” sebab ia tidak menikah dan memilih fokus untuk mengelola monarki di Inggris.
Konon diketahui ratu yang memimpin Inggris dan Irlandia dari 17 November 1558 sampai kematiannya pada 1603 ini pernah berbicara tentang keinginannya untuk tidak menikah di usia delapan tahun. Bahkan, ia dijuluki sebagai Ratu Perawan lantaran menepati janji yang diucapkan semasa kecil.
(Widi Agustian)