Share

Menlu RI Bahas Pupuk dan Persiapan KTT G20 di Pertemuan MIKTA

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 23 September 2022 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 18 2673414 menlu-ri-bahas-pupuk-dan-persiapan-ktt-g20-di-pertemuan-mikta-eHNJAWTIFh.jpg Menlu RI Retno Marsudi dan para Menlu negara kelompok MIKTA (Foto: Antara/HO-Kemlu RI)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membahas pasokan pupuk dunia dan persiapan konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 dalam pertemuan kelompok negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia).

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima pada Jumat. (23/9/2022), pertemuan menteri luar negeri MIKTA itu digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Jadi Tuan Rumah G20, Bali Digelontor 200 Ribu Vaksin Rabies

Pada pertemuan tersebut, Retno menekankan pentingnya pasokan pupuk dunia untuk mengatasi krisis pangan.

Baca juga: Wapres Sebut Kendaraan Listrik G20 Bisa Dijual Usai KTT

"Jika kita gagal mengatasi masalah pupuk, situasi pangan akan memburuk, khususnya terkait beras. Dan masalah beras ini berkaitan dengan 2 miliar manusia," katanya, dikutip Antara.

Retno juga membahas persiapan KTT G20 yang akan berlangsung di Bali pada November mendatang.

Retno menjelaskan dunia memupuk harapan pada G20 sebagai katalis pemulihan ekonomi global, dan G20 harus dapat memenuhi harapan tersebut.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Dia juga menegaskan bahwa G20 tidak boleh tersandera oleh dinamika geopolitik.

"Saya harap negara MIKTA dapat mendukung keberhasilan G20, terutama KTT 20 di Bali pada November mendatang, dan memastikan KTT dapat menghasilkan concrete deliverables yang berisi komitmen untuk mengatasi tantangan global," ujarnya.

Pada pertemuan itu, para Menlu MIKTA menekankan komitmen mereka sebagai kelompok negara kekuatan menengah (middle-power) untuk memberikan kontribusi konkret dalam upaya mengatasi krisis kemanusiaan di beberapa negara, khususnya untuk membantu meningkatkan pelindungan sosial dalam mengantisipasi krisis di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini