Njoto dan keluarganya mendatangi rumah para kerabat untuk mencari tempat mengungsi. Setelah menitipkan istri dan anaknya, Njoto pergi lagi. Sutarni dan anak-anaknya tidak pernah lama menetap di satu rumah. Mereka sering berpindah-pindah, dari rumah kerabat yang satu ke rumah kerabat lainnya. Di akhir tahun 1965, Njoto sempat 2 kali menjenguk keluarganya, setelah itu kembali pergi menuju pelariannya.
4. Muso
Muso merupakan tokoh PKI yang menimba ilmu langsung di Uni Soviet. Ia ditembak mati pada 31 Oktober 1948, pasca pemberontakan PKI di Madiun. Sekitar 12 hari setelah Madiun dikuasai PKI/FDR yang dipimpin Amir dan Muso, Madiun kembali ke tangan TNI dan Muso melarikan diri. Meskipun demikian, ia terus dikejar hingga akhirnya ditembak di kamar mandi milik seorang warga.
Saat ditembak, Muso diyakini belum tewas. Jasadnya dibawa menggunakan tangga bambu, namun tangga tersebut patah di tengah jalan. Akhirnya, tubuh Muso digeret dan pada saat itulah dirinya diyakini baru meninggal dunia. Jasad Muso dibawa ke alun-alun dan dipertontonkan kepada masyarakat. Setelahnya, tubuh Muso dibakar dan abunya dibiarkan di alun-alun.
5. MH Lukman
Misteri menyelimuti kematian Wakil Ketua CC PKI, MH Lukman. Berbagai sumber menyebut, dirinya tewas akibat dieksekusi algojo, ada juga yang menyebut bahwa ia meregang nyawa dalam persitiwa baku tembak. Pria asal Tegal ini menjadi salah satu petinggi PKI di tahun 1943. Lukman adalah barisan pemuda yang turut membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, sebelum hari proklamasi. Selain itu, Lukman juga menjadi tokoh API atau Angkatan Pemuda Indonesia yang membantu pemerintahan Soekarno-Hatta.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.