Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Listrik 450 VA Batal Dihapus, Partai Perindo: Pemerintah Sudah Tepat

Nur Khabibi , Jurnalis-Rabu, 28 September 2022 |20:11 WIB
Listrik 450 VA Batal Dihapus, Partai Perindo: Pemerintah Sudah Tepat
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kesra, Yerry Tawalujan (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Bidang Sosial & Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Yerry Tawalujan menyambut baik rencana Pemerintah membatalkan penghapusan listrik 450 VA dan pengalihan kompor gas ke kompor listrik.

"Sebagai Partai yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil, Perindo tentu menyambut baik batalnya rencana penghapusan golongan daya listrik 450 VA, dan batalnya pengalihan kompor gas 3kg ke kompor listrik. Ini bukti Pemerintah masih berpihak pada kepentingan rakyat kecil," kata Yerry kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, jika rencana penghapusan daya listrik 450 VA tidak dibatalkan, dan pengalihan kompor gas 3kg ke kompor listrik tetap dilanjutkan, maka itu akan sangat memberatkan rakyat kecil ditengah kondisi ekonomi yang belum pulih akibat pandemi Covid-19.

Kalau kebijakan itu tidak dibatalkan, jelas Yerry, maka beban ekonomi yang ditanggung rakyat kecil akan makin berat. Karena mereka akan membayar listrik lebih mahal akibat penghapusan daya 450 VA, dan harus membeli kompor listrik baru. Itu artinya membuang kompor gas lama dan tabung gas 3kg.

"Tindakan Pemerintah untuk membatalkan penghapusan daya listrik 450 VA dan pembatalan pengalihan kompor gas 3kg ke kompor listrik ini sudah tepat. Jangan sampai terjadi Pemerintah hanya ingin mencari jalan pintas akibat kenaikan harga sumber energi dunia, dan membebankan itu ke rakyat kecil," pungkas Yerry.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement