Share

Tragedi Kanjuruhan, Khofifah: Korban Meninggal Dapat Santunan Rp10 Juta

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 519 2679115 korban-tewas-tragedi-kanjuruhan-dapat-santunan-rp10-juta-dari-pemprov-jatim-hz2VXMU5lw.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Avirista M)

MALANG - Kerusuhan terjadi usai laga Arema Malang kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam. Ratusan orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memberikan dana santunan untuk bagi korban meninggal dunia. Santunan berupa uang diperuntukkan untuk ahli waris keluarga yang meninggal dunia dan korban luka.

"Untuk yang meninggal Pemprov akan memberikan santunan takziah masing-masing Rp10 juta. Dan untuk kabupaten juga akan memberikan, kemudian yang luka berat dalam tindakan. Maka Pemprov akan memberikan Rp5 juta, bagian dari empati kami terhadap korban keluarga," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ditemui di Mapolres Malang, pada Minggu (2/10/2022).

 

Khofifah menegaskan, bahwa Pemprov akan mengupayakan pelayanan terbaik bagi korban - korban luka berat yang sejauh ini dirujuk ke RSUD Saiful Anwar. Tercatat ada tiga korban luka berat yang dilaporkan dirujuk ke rumah sakit plat merah tersebut.

"Saya ingin menyampaikan khusus yang ditangani Rumah Sakit Saiful Anwar semuanya dalam tanggungan Pemprov Jawa Timur karena Rumah Sakit Saiful Anwar milik Pemprov. Maka yang dirawat dilayani semua tanggungan Pemprov Jawa Timur," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pihaknya mengapresiasi koordinasi antar kepala daerah di Malang raya terkait penanganan korban - korban dari rumah sakit - rumah sakit swasta ke negeri di Kabupaten Malang hingga dirujuk ke berbagai rumah sakit di Kota Malang.

"Distribusi dari rumah sakit rumah sakit daerah maupun swasta berjalan sangat cepat, kemudian ke rumah sakit Pemprov yang ada di Malang raya," katanya.

Untuk data korban, kata Khofifah, ada yang berasal dari luar Malang raya . Data tersebut masuk ke dalam data sementara korban.

"Terkonfirmasi korban juga ada data yang di luar Malang raya, semua dalam proses penanganan baik yang dari Pemprov maupun Pemkot dan Pemkab Malang," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini