Share

Pemkab Malang Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 519 2681949 pemkab-malang-tanggung-seluruh-biaya-perawatan-korban-tragedi-kanjuruhan-oEbsMhh0Uy.jpg Bupati Malang Sanusi. (MNC Portal/Avirista Midaada)

MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan menanggung seluruh biaya penanganan korban Tragedi Kanjuruhan. Itu termasuk biaya perawatan hingga biaya ambulans untuk mengantar jenazah ke wilayah Jawa Timur.

"Semua pembiayaan ditanggung Pemerintah Kabupaten Malang, termasuk biaya ambulans kita gratiskan," Bupati Malang Sanusi di Kepanjen, Malang, pada Kamis (6/10/2022) siang.

Sanusi menegaskan, biaya gratis itu berlaku pada pemulangan jenazah korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Ia membantah bila ada petugas medis dari RSUD Kanjuruhan yang meminta tarif Rp2,5 juta untuk mengantarkan kepulangan anggota keluarga yang meninggal ke Jember.

Menurutnya, jika ada petugas yang meminta uang sebagai biaya mengantar jenazah, nantinya akan dikembalikan ke pihak keluarga korban. Pemkab Malang menyebutkan, perawatan yang tidak dipungut biaya itu jika korban dirawat di rumah sakit milik pemerintah daerah.

"Jika itu memang dari kabupaten, akan saya suruh untuk mengembalikan. Tapi, kalau ambulans lain (swasta) saya tidak tahu. Namun, kalau punya kita pasti gratis," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, korban tragedi Kanjuruhan saat ini dirawat di RSUD Kanjuruhan di Kabupaten Malang dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang. Seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2-3. Para suporter merangsek masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

Akibat kejadian hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB, ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 420 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini