Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketua Panpel Arema FC : Masalahnya Gas Air Mata Ditembakkan ke Pintu Darurat!

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 07 Oktober 2022 |19:36 WIB
Ketua Panpel Arema FC : Masalahnya Gas Air Mata Ditembakkan ke Pintu Darurat!
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan (Foto : Antara)
A
A
A

MALANG - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC Abdul Haris menyayangkan adanya tembakan gas air mata ke arah tribun penonton Stadion Kanjuruhan. Sebab, tembakan tersebut membuat para suporter panik dan berlari mencari keluar hingga menimbulkan desak-desakkan.

Abdul Haris mengatakan, saat kejadian Arema FC melawan Persib dan Persija, sebenarnya juga aman dan kondusif. Bahkan pihaknya mengakui mencetak tiket penuh.

"Masalahnya adalah gas air mata yang ditembakkan ke pintu darurat evakuasi. Saya mohon maaf, sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku yang bertugas di kepolisian, mohon maaf, atas nama kemanusiaan saya mohon ini diusut, diautopsi, mungkin ada sesuatu di situ. Saya mohon!" ucap Abdul Harris, pada Jumat siang (7/10/2022).

Diiringi tangisan, Abdul Harris yang telah ditetapkan sebagai tersangka pun merelakan jika dirinya dihukum demi nyawa Aremania yang tidak bisa tergantikan. Harris pun menegaskan, gas air mata itulah yang disebutnya menjadi awal mula petaka.

"Untuk hari ini saya wakafkan diri saya, sisa hidup saya, tidak apa-apa, untuk Aremania yang sudah menjadi korban, kehilangan nyawa mereka, mereka saudara-saudara yang tidak berdosa. Dan nyawanya hilang karena pemantiknya adalah gas air mata, itu adalah yang saya tahu, fakta yang ada, jadi mohon maaf," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan

Akibat kejadian hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB,ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 524 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement