Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Atmosfer Bumi Berubah, Hujan Es Diprediksi akan Lebih Intens, Bahkan hingga Sebesar Bola Bisbol

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |05:07 WIB
Atmosfer Bumi Berubah, Hujan Es Diprediksi akan Lebih Intens, Bahkan hingga Sebesar Bola Bisbol
Ilustrasi/ Foto: BBC
A
A
A

JAKARTA - Fenomena hujan es menghantui beberapa wilayah di dunia. Tak jarang hujan es menimbulkan kerugian materil yang tak sedikit. Hujan es di AS sekarang rata -rata menimbulkan kerusakan lebih dari US$10 miliar, atau setara Rp143 triliun, per tahun

Dilansir dari BBC, Senin (10/10/2022), hujan es sendiri terbentuk saat tetesan air hujan terbawa ke atas menjadi badai petir. Peristiwa itu membawa mereka ke bagian atmosfer di mana udara cukup dingin untuk membekukan tetesan hujan.

 BACA JUGA:Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 179 Kg Sabu Asal Malaysia, 1 Orang Ditangkap

Kelembaban dari udara terakumulasi di bagian luar tetesan es saat bergerak di udara, menyebabkan batu es tumbuh di lapisan seperti bawang.

Seberapa cepat batu es tumbuh tergantung pada jumlah kelembaban di udara. Itu akan terus tumbuh sampai aliran udara tidak lagi cukup kuat untuk membuatnya tetap tinggi.

Aliran udara ke atas dengan kecepatan 103 km/jam, atau sekitar 64mph bisa mengakibatkan hujan es seukuran bola golf, sementara yang 27% lebih cepat dapat membuat hujan es seukuran bola bisbol, menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS.

Udara yang lebih lembab dan aliran ke atas yang lebih kuat akan menyebabkan hujan es yang lebih besar. Seringkali batu es yang lebih besar akan jatuh lebih dekat ke arah aliran udara ke atas, sementara batu es yang lebih kecil akan jatuh lebih jauh, ditiup oleh angin yang berhembus.

 BACA JUGA: Tawuran di Pondok Aren, Dua Kelompok ABG Kocar-kacir Dikejar Warga

Badai destruktif yang menghasilkan hujan es dengan diameter lebih dari 25 mm membutuhkan serangkaian kondisi tertentu, kata Julian Brimelow, spesialis ilmu fisika di Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada, sebuah departemen dalam pemerintah Kanada yang telah mempelajari bagaimana perubahan iklim mempengaruhi pembentukan hujan es.

Hujan es dengan ukuran tersebut, membutuhkan kelembaban yang cukup, aliran udara ke atas yang kuat, dan "faktor pemicu", biasanya cuaca.

Itulah sebabnya mengapa badai es yang serius biasanya terbatas pada wilayah tertentu seperti Great Plains di AS dan Gold Coast Australia.

Biasanya daerah seperti itu memiliki udara sejuk dan kering di atmosfer di atas udara permukaan yang hangat dan lembab. Situasi yang tidak stabil ini menyebabkan aliran ke atas yang kuat dan pembentukan badai petir.

Lokasi-lokasi seperti itu sangat rentan terhadap jenis badai petir yang dikenal sebagai supercells, yang dapat menghasilkan hujan es yang sangat besar karena adanya putaran ke atas yang kuat yang mereka ciptakan.

Tetapi karena perubahan iklim mengubah suhu atmosfer bumi, demikian juga jumlah uap air di udara.

Hujan es akan lebih intens

Udara yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak uap air sementara suhu yang lebih tinggi juga berarti lebih banyak air yang diuapkan dari permukaan bumi.

Hal ini diperkirakan akan menyebabkan curah hujan yang lebih deras dan badai yang lebih ekstrem di beberapa bagian dunia.

"Saat planet terus menghangat, area di mana badai hujan es kemungkinan terjadi cenderung bergeser," kata Brimelow.

"Area yang sekarang memiliki kelembaban yang cukup menjadi faktor pembatas dapat menjadi lebih lembab dan akibatnya, frekuensi hujan es dapat meningkat."

Kombinasi pengamatan perubahan-perubahan yang sudah terjadi dan pemodelan iklim, membuat para peneliti menyimpulkan bahwa hujan es akan menjadi lebih sering di Australia dan Eropa, tetapi akan ada penurunan di Asia Timur dan Amerika Utara.

Kendati begitu, mereka juga menemukan bahwa hujan es umumnya akan menjadi lebih intens.

Dan sementara hujan es mungkin menjadi lebih jarang di Amerika Utara, ketika akhirnya turun hujan es juga cenderung lebih besar, menurut sebuah studi lain yang dilakukan Brimelow dan rekan-rekannya yang meneliti bagaimana kondisi hujan es di Amerika Utara dapat berubah belahan dunia yang lebih hangat.

Salah satu alasannya adalah karena ketinggian di mana hujan es mulai mencair saat jatuh akan naik, jadi batu es kecil akan meleleh menjadi hujan sebelum jatuh ke tanah, tetapi batu yang lebih besar melewati zona hangat terlalu cepat untuk mencair.

"Kami sebenarnya sudah melihat buktinya, data hujan es di Prancis menunjukkan pergeseran dalam distribusi ukuran hujan es," kata Brimelow.

 BACA JUGA:Janji Anies soal Rumah DP 0% dan Hunian Berkualitas, Tercapaikah?

Bantalan hujan es adalah blok bahan lunak yang tertinggal dalam badai dan berubah bentuk saat terkena hujan es untuk memberikan catatan ukuran dan jumlah batu es di daerah tersebut.

"Lebih sedikit hari dengan hujan es kecil telah diamati dengan pemanasan, tetapi ada lebih banyak hari dengan hujan es yang lebih besar."

Hak atas foto National Weather Service, Goodland Forecast Office, Batu es berukuran 12cm dikumpulkan setelah badai di Bethune, Colorado, AS, pada tahun 2019.

Itu artinya, kerusakan tahunan yang disebabkan oleh hujan es juga bisa meningkat.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement