Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menpora: Pak Presiden Minta Perbaikan Sepakbola di Indonesia Dilakukan Menyeluruh

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |06:25 WIB
Menpora: Pak Presiden Minta Perbaikan Sepakbola di Indonesia Dilakukan Menyeluruh
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

MALANG - Audit bangunan Stadion Kanjuruhan Malang disebut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali sesuai perintah Presiden Joko Widodo. Tak hanya di Stadion Kanjuruhan Malang saja, Menpora Zainuddin juga menyebut audit bakal menyasar stadion - stadion lainnya di Indonesia yang dinilai kurang layak.

"Pak Presiden memerintahkan langsung kepada Menteri PUPR untuk melakukan audit stadion-stadion yang digunakan untuk kompetisi, dan khusus Kanjuruhan ada perintah lebih lanjut," kata Zainuddin Amali, seusai meninjau Stadion Kanjuruhan Malang bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pada Kamis siang (13/10/2022).

Zainuddin juga menyebut, audit bangunan menjadi bagian dari hasil pertemuan dengan FIFA. Dimana audit stadion menjadi perhatian FIFA, sehingga bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Pertama yang harus kita kerjakan dan kementerian PUPR, yang lainnya sambil jalan. Apalagi ada musibah di sini sekarang sedang rapat di kami," ucap dia.

Menurutnya perbaikan sistem persepakbolaan dilakukan menyeluruh, dimulai dari aspek bangunan stadionnya, aspek keamanannya yang dikerjakan kepolisian. "Jadi paralel dikerjakan oleh Menteri PUPR, dikerjakan oleh kepolisian, dan kita kerjakan bersama," katanya.

Pihaknya pun berharap kepolisian secepatnya merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang pengamanan yang mengadopsi aturan FIFA, PSSI, dan internal Polri sendiri. "Supaya menjadi pegangan seragam di seluruh Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Sabtu malam (1/10/2022) di Stadion Kanjuruhan Malang. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

Akibat kejadian setidaknya 132 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 550 orang luka-luka hingga Selasa sore (11/10/2022). Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Presiden Joko Widodo sempat berkunjung ke lokasi Stadion Kanjuruhan Malang dan menemukan sejumlah fakta bahwa bangunan stadion memang kurang memperhatikan dari sisi keamanan dan keselamatan penonton.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement